NGLIPAR – Minggu Legi | Akar wangi, selain digunakan untuk obat dan pembuat biang parfum maupun aroma terapi, kini mulai dipopulerkan sebagai bahan produk kerajinan tangan.
Selain karena bentuknya yang unik dan berbahan alami, kerajinan akar wangi disukai karena bisa terus mengeluarkan aroma harum dalam waktu yang cukup lama.
Berangkat dari peluang bisnis yang bisa didapat dari akar wangi, Tugiman Center mencoba memberikan pelatihan kepada Ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok PKK di Desa Watusigar, Kecamatan Ngawen, Sabtu (18/01/2020) lalu.
Hardi Wiyono, pelatih kerajinan akar wangi menyampaikan, kerajinan akar wangi memiliki potensi yang baik. Dari bahan akar wangi tersebut, ibu-ibu dilatih membuat beberapa kerajinan tangan seperti souvenir, hiasan pajangan, dan beberapa bentuk boneka seperti buaya, panda, dan lain-lain.
“Untuk membuat kerajinan akar wangi, bahan dasarnya tersedia melimpah dan mudah ditemukan di Gunungkidul,” katanya.
Ia mengatakan, tanaman akar wangi adalah tumbuhan yang masih sama dengan serai. Untuk bisa digunakan, awalnya tumbuhan akar wangi harus dicuci terlebih dahulu, kemudian dijemur di terik matahari selama satu hari.





