Mengeluh Sering Ditagih Cicilan Bank Plecit, Warga Semin Nekat Gantung Diri

3698

SEMIN-MINGGU PAHING | Tak tahan terhadap kejaran Bank Plecit (Renternir) yang setiap Minggu menagih cicilan, Waginem (71) lansia warga Padukuhan Bendungan 003/008, Kalurahan Sumberejo, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, nekat gantung diri, Minggu, (31/01/2021).

Kapolsek Semin, AKP Arif Heriyanto membenarkan peristiwa tersebut. Diceritakan oleh Kapolsek, kejadian tersebut diketahui pertama kali oleh suami korban, Hadi Maryato (75) warga setempat. Sekitar pukul 04.30 WIB Hadi Maryato pulang dari masjid kemudian sampai di rumah ingin memasak air. Saat membuka pintu dapur melihat istrinya sudah tergantung di blandar teras dapur.

“Melihat istrinya gantung diri, suami korban teriak minta tolong kepada warga sekitar,” ungkap Arif Heriyanto.

Lebih lanjut Arif menyampaikan, diperoleh informasi, Waginem pada Minggu kemarin, mengeluh kepada Ngatmi adek ipar korban, bahwa dirinya banyak hutang dan ingin bunuh diri saja.

Setiap minggu ada bank plecit yang menanggih serta banyak hutang lainnya ke tetangga sekitar. Sementara rumah yang di tempati sudah di jaminkan ke Bank BRI Semin oleh anaknya. Korban setiap harinya hanya tinggal bersama suami yang hanya sebagai buruh tani.

“Diduga atas himpitan ekonomi dan kejaran hutang sehingga korban mengambil jalan pintas yaitu dengan cara gantung diri. Alat yang digunakan untuk gantung diri yaitu tali tambang plastik warna kuning,” terang Arif.

Hasil pemeriksaan dari Puskesmas Semin 2 menyatakan tidak ada tanda-tanda penganiayaan, kematian korban murni gantung diri. Selanjutnya korban diserahkan kepada keluarga untuk dilakukan pemakaman.

Adanya kejadian tersebut, Kapolsek Semin menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan keimanan dan kesabaran. Persoalan seberat apapun pasti ada jalan keluar apabila senantiasa ikhtiar dan memperbanyak doa. (Agus SW)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.