YOGYAKARTA, KAMIS WAGE-Hanik Humaida, Kepala BPPTKG, DIY menyakatan, guguran lava Merapi hingga (19/12) hanya puluhan sampai belasan kali dalam sehari. Itu masih tergolong kecil. Walau kecil, Merapi harus diwaspadai.
“Jika dibandingkan dengan tahun 2006 , guguran lava bisa mencapai ratusan kali dalam sehari. Informasi guguran lava akan terus kami sampaikan ke publik,” ujar Hanik Humaida (19/12).
Guguran yang mengarah ke Kali Gendol, menurutnya sangat kecil. Dari puluhan guguran yang terjadi, yang mengarah ke Kali Gendol hanya satu atau dua guguran. Presentase masih terbilang kecil.
“Yang harus kami tekankan, pemantauan merapi tidak hanya dilihat dari visual, akan tetapi dengan banyak menggunakan parameter lain misalnya melalui pemantauan geofisika dan geokimia,” beber Hanik.
Dari data data itulah yang kemudian digunakan untuk memonitor merapi. Sebenarmya, kata dia, kami BPPTKG selalu merespon setiap postingan cctv. Dari instrumen itu terlihat, tidak terjadi perubahan yang berarti.
BPPTKG juga melihat visual guguran, bawa untuk saat ini, masih termasuk fenomena biasa. Tertarik melihat secara aman, jarak atau radius pandang tetap pada sekala 3 km. (Agung)
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta, M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…