Menutup Pariwisata Dengan Strategi Kendo Kenceng

477

WONOSARI-MINGGU LEGI | Seperti mengurai kemacetan lalu lintas penanganan pariwisata Gunungkidul diberlakukan strategi buka tutup. Di ranah lalu lintas system buka tutup sangat efektif. Kemacetan di titik tertentu akan selalu diantisipasi dengan cara yang sama tidak masalah.

Kali ini yang diatasi adalah lalu lintas virus yang wujudnya tidak kasad mata. Apakah management buka tutup akan membuahkan hasil yang memadai, itu adalah yang selalu diharapkan.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Antonius Hari Sukmono menyatakan, instruksi Mendagri, Gubernur DIY sekaligus instruksi Bupati tidak sampai pada menutup kendaraan ber plat luar DIY yang masuk ke Gunungkidul.

Yang diperketat menjaga TPR seluruh tempat wisata di Gunungkidul, itu menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata.

“Ada beberapa mobil dan sepeda motor yang disarankan putar balik di TPR Pule. Tidak sampai ratusan,” ujar Hari Sukmono melalui sambungan telepon, 4-7-2021.

Penutupan total tempat wisata di Gunungkidul akan berakhir hingga 20 Juli 2021. Hasil evaluasi PPKM Darurat akan sangat menentukan dibuka atau tidaknya tempat-tempat destinasi yang ditutup total tersebut.

Dihubungi terpisah, Kapolres Gunungkidul melalui Kabag Humas Iptu Suryanto menyatakan, Kepolisian Republik Indonesia mendukung penerapan PPKM Darurat.

“Polisi memasang baner berisi pengumuman bahwa seluruh tempat wisata ditutup,” ujar Suryanto.

Selama 18 hari wisata ditutup, harapannya tingkat penularan Covid-19 menurun. Setelah kendor dan destinasi dibuka kembali, tetapi melonjak lagi, apa langkah cepatnya juga hanya akan ditutup ulang?(Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.