Musim Dingin, Ubur-Ubur Biasa Muncul di Pantai Selatan Wisatawan Dihimbau Tetap Tenang

452

GUNUGKIDUL-MINGGU PAHING | Meski upaya penyirisan terhadap keberadaan ubur ubur terus dilakukan oleh Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah Operasi II Pantai Baron, namun setidaknya 15 orang pengunjung pantai selatan Gunungkidul masih saja menjadi korban sengatan binatang laut bertentakel tersebut, Minggu (03/09/2023).

Dari keterangan yang berhasil dihimpun, belasan korban sengatan ubur ubur tersebut merupakan wisatawan dari berbagai daerah yang didominasi anak anak.

Berdasarkan keterangan dari Koordinator SRI wilayah operasi II pantai Baron, Marjono menyampaikan, lokasi  wisatawan tersengat ubur ubur terjadi di beberapa tempat antara lain Pantai Drini, Sepanjang, Sundak dan Krakal.

“Kejadian ada di empat lokasi, tapi yang paling banyak terjadi di Krakal,” ujar Marjono.

Selain itu, Marjono juga menyampaikan bahwa binatang yang biasa muncul pada awal Juli hingga September ini memiliki warna yang menarik sehingga  banyak anak anak yang menjadi korban sengatan.

Namun demikian, Marjono berujar,dampak sengatan ubur ubur tidak terlalu berbahaya, korban hanya akan merasakan gatal gatal, panas dan kulit memerah, namun jika tidak tahan maka akan berdampak menjadi sesak nafas.

“Warnanya biru sehingga anak anak tertarik untuk dijadikan mainan, dan ketika tersengatpun belum ada yang sampai meninggal, hanya seperti dientup kolojengking,” jelas Marjono.

Selain memberikan peringatan melalui pengeras suara, Marjono juga menyampaikan bahwa pihaknya selalu melakukan penyisiran ubur ubur dan menguburkanya demi kenyamanan para pengunjung.

Marjono menghimbau bagi wisatawan yang tersengat ubur ubur diminta untuk tetap tenang karena pihaknya sudah menyiapkan obat dan sarana kesehatan lainya guna penanganan sengatan bintang laut yang selalu muncul pada musim dingin tersebut.

(A.Yuli)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.