GUNUNGKIDUL – SABTU PON, Perlakuan kurang menyenangkan bahkan cenderung merugikan menimpa seorang nasabah debitur Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kabupaten Gunungkidul baru-baru ini.
Kepada infogunungkidul, K (45) warga Semin, Gunungkidul mengaku telah melunasi seluruh pinjaman di BRI unit setempat. Namun demikian, hingga saat ini, agunan pinjaman tak kunjung diserahkan oleh pihak bank, Sabtu (07/11/2026).
“Ceritane begini pak. Saya kan waktu itu ambil pinjaman di BRI bulan Juli tahun 2024 jangka waktu 2 tahun..,” terang K.
Saat pelunasan, demikian kata K, bulam Mei/Juni 2026, ia berharap dapat segera mengambil dan sekaligus membawa pulang agunan yang dijaminkan kepada pihak bank kala itu.
Namun, kata pihak BRI, K diminta nunggu lantaran berkas tersebut harus dicarikan terlebih dahulu.
“Karna berkas nya banyak jdi harus meneliti satu persatu begituuu..,” kata K menirukan.
Selang satu minggu kemudian, K kembali mendatangi kantor BRI. Lagi-lagi hanya diperoleh jawaban yang sama.
“Lhaa selang 1 minggu saya ke BRI lagii katanya baru di cari belum ketemuu nanti mau di kabari saya suruh ninggal nomer hp.. Saya pulang lagii..
,” tulis K yang dikirim ke redaksi, Jum’at (6/11/26) malam.
Sepuluh hari kemudian, lanjutnya, K mencoba datang kembali lantaran merasa belum dihubungi pihak BRI meski telah diminta nomor kontak. Kedatangan K yang bermaksud menanyakan hal tersebut, lagi-lagi dijawab masih dicari.
“Ini masih dicari ya buu, tolong ibu bersabar duluu, ini semua pegawai sudah saya kerahkan untuk mencari di beberapa brankas..bgituu,” jawab petugas BRI yang disampaikan K.
Satu bulan kemudian, salah satu keluarga K, melaporkan kejadian tersebut ke BRI Cabang Wonosari lantaran belum mendapat kejelasan terkait agunan tersebut.
“Memang wktu itu pihak BRI (Pak kepala+Cs) sudah ada itikad baik mendatangi rumah sayaa..memberi pernyataan bahwa mau bertanggungjawab. Bahkan 2x pihak BRI datang ke rumah saya. Tapi hasilnya sampai sekarang belum juga ada kabar tentang BPKB saya,” pungkasnya.
Sementara itu, pihak BRI Unit Semin, melalui Nawang menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih terus berupaya melakukan pencarian dengan mengerahkan personil yang ada. Kejadian seperti ini menurutnya baru kali ini dia alami selama bekerja di perbankan.
“Kita masih terus berupaya melakukan pencarian, karena dokumen di tempat penyimpanan hampir lebih dari dua ribu dokumen. Kami juga selalu berkomunikasi baik dengan pihak nasabah,” kata Nawang.
Upaya yang dilakukan pihak bank, lebih jauh ia menerangkan, bukan sebatas melakukan pencarian, namun juga berkomunikasi dengan pihak Polres Gunungkidul, jika diperlukan pembuatan duplikat dokumen yang hilang.
Meski demikian, saat disinggung kompensasi nasabah terkait kejadian tersebut, Nawang tidak memberikan tanggapan.
Terpisah, Mantri BRI Unit Semin, Ike menyatakan hingga siang hari ini belum mengetahui perkembangan nasib agunan tersebut.
“Utk hal tersebut maaf saya blm tau infonya kebetulan hari ini libur besok Senin saya tanyakan dulu nggih 🙏🏻,” jawabnya singkat.
Penulis: Agus SW
Editor: HRD
Ikuti infogunungkidul di Facebook, Instagram, dan WA Channel: https://whatsapp.com/channel/002






