Nasib Petani Gunungkidul Setelah Pilkada 2020

243

GUNUNGKIDUL-MINGGU PAHING | Petani Gunungkidul apa akan diatur oleh petani
berdasi, atau memiliki kemerdekaan, itu bergantung pada kebijakan nasional, termasuk kebijakan Bupati dan Wakil Bupati 2021 – 2024 terpilih 2020 tempo hari.

Pertanyaan tersebut secara tersirat dijawab Bekti Wibowo Suptinarso, pegiat lingkungan dan pemerhati pangan, dalam paparannya Sabtu, 26/12/20, bahwa ketahanan pangan dan kedaulatan pangan pada hakekatnya berbeda.

“Mengejar ketahanan pangan akan melahirhan konglomerasi kebutuhan pokok pangan seperti beras,” ungkapnya.

Akibatya, rakyat cenderung menjadi konsumen, karena produsen berada di tangan pemilik modal, dengan program pencetakan sawah secara besar-besaran.

Pernyataan mantan anggota komisioner KPUD Gunungkidul tahun 2004 ini menarik untuk dicermati. Sangat boleh jadi malah layak dibawa ke meja angkringan sebagai diskusi tanpa sponsor.

“Apakah Gunungkidul tiga setengah tahun ke depan dengan terpilihnya Bupati Sunaryanta dan Wakil Bupati Heri Susanta, bakal terkena dampak adanya industrialisasi bidang pertanian, atau sebaliknya. Ini pertanyaan yang tidak gampang dijawab,” tambahnya.

Sementara itu sumbangan dunia pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto tahun 2020 berada di angka 25 prosen. Kata para ahli semakin tinggi sumbangan pertanian terhadap PDRB akan semakin nyata peningkatan pendapatan petani.(Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.