NEGERIKU BAKAL DIDIKTE OLEH NEGARA KOMUNIS?

143

Sabtu Pon – Antara Presiden Soekarno dengan Presiden Joko Widodo ada kemiripan. Keduanya sangat dekat dengan negara komunis. Soekarno menyebut dirinya sebagai pemimpin besar revolusi, Presiden Jokowi bertekad melakukan revolusi mental. Soekarno membuat jejaring bosporus Peking, Jokowi menganggap RRC dan Vietnam sebagai mitra strategis. Benarkah negeriku bakal didikte oleh negara-negara Komunis?

Soekarno bahkan kelewatan, terlalu berani dia mencampuraduk antara yang batil dengan yang haq. Gagasan menyatukan Nasional Agama Komunis (Nasakom) tidak terbendung. Kala itu, tidak ada satupun pejabat negara berani membantah Soekarno.

Pemimpin Besar Revolusi, bahkan mengangkat dirinya menjadi presiden seumur hidup. Saya ingat betul, kala itu anak-anak sekolah ratyat diajari melantunkan mars Nasakom.

“Nasakom bersatu, singkirkan kepala batu. Nasakom satu cita, Indonesia jaya,” demikian lirik yang diajarkan Ibu Guru Supatminah, ketika saya duduk di kelas V SR Bunder II.

Jokowi, dengan Nawacita, ini sebunnyi dengan Nawaksara, melijit tanpa kendali. Sama dengan Soekarno waktu berkuasa, tidak satupun pejabat negara yang berada di sekitarnya berani mengingatkan, apalagi membantah.

Jokowi giat menjalin kerjasama ekonomi dengan negara-negara komunis yang kapitalistik RRC dan Vitenam.

Dalam kunjungan Sekjen Partai Republik Sosialis Vietnam Nguyen Phu Trong delegasi Pemerintah Vietnam dengan delegasi Pemerintah Republik Indonesia Di Istana Merdeka Rabu siang (23/8), menandatangani 6 (enam) kesepakatan kerja sama.

Berikutnya diketahui, kerjasama tersebut meliputi pembangunan Pendidikan, Pedesaan, ESDM – batubara, ESDM – gas, Hukum dan HAM, serta Badan Keamanan Laut.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Sekjen Partai Republik Sosialis Vietnam Nguyen Phu Trong, dalam keterangan pers mengatakan, Vietnam adalah salah satu mitra strategis Indonesia sejak tahun 2013.

“Indonesia memberikan dukungan kepada Vietnam. Dalam pertemuan tadi kita memfokuskan pada tiga isu utama, yaitu peningkatan kerjasama di bidang maritim perikanan,  perdagangan dan investasi, serta isu kawasan,” ujar Presiden.

Perbedaan Soekarno-Jokowi terletak pada titik orientasi. Soekarno lebih menitikberatkan kerjasama politik untuk menghadapi negara Barat, Jikowi berorientasi pada kerjasama ekonomi dengan dalih kemanfaatan.

Kerjasasama politik versi Soekarno serta kerjasama ekonomi ala Jokowi tentu sama-sama berdampak, terutama dilihat dari sisi ideologi. Indonesia adalah negara Pancasila, sementara RRC serta Vietnam negara Komunis.

Menjadi sangat berbahaya ketika Pancasila didikte atau dikendalikan oleh Komunis yang berwajah kapitalis. Di negeri ini satu-satunya kekuatan yang bisa menangkal kiprah komunis hannya TNI.

Beberapa tahun ke depan, menurut prediksi Cak Nun (Emha Ainun Najib) di negeri ini bakal terjadi pergolakan besar. Rakyat memang bisa marah, ketika mereka tidak menerima manfaat.

 

Penulis: Agung Sedayu




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.