Nelayan Diimbau Waspadai Gelombang Tinggi Air Laut Pantai Selatan

301

TANJUNGSARI-KAMIS PON | Ketinggian gelombang laut di perairan selatan DIY, diprediksi akan meningkat, pada Sabtu (18/07/2020). Hal ini berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Para nelayan hingga warga yang berada di pesisir diimbau untuk waspada.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II, Marjono mengatakan bahwa, pihaknya telah mendapatkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Dalam informasinya, BMKG menyebutkan peningkatan ketinggian gelombang laut akan terjadi mulai hari ini hingga hari Sabtu besok,” kata Marjono saat dihubungi pada, Kamis (16/07/2020) siang.

 

 

Marjono menjelaskan, ketinggian gelombang laut akan menunjukkan peningkatan pada malam ini. Bahkan, Ketinggian gelombang laut diperkirakan akan mencapai hingga sekitar 5 meter.

Lebih lanjut, Marjono menjelaskan, Puncak kenaikan gelombang laut selatan diperkirakan akan terjadi pada Sabtu (18/07/2020) mendatang. Pada saat kenaikan tersebut, ketinggian gelombang diprediksi akan mencapai 6 meter.

“Kenaikan gelombang di ketinggian 6 meter, dan diperkirakan terjadi saat berada di tengah lautan. Namun saat mendekati pesisir, arusnya akan berkurang,” jelasnya.

 

Ketinggian gelombang, lanjut Marjono, pada saat mencapai tepi pantai, diperkirakan ketinggian arus berkurang, yakni mencapai sekitar 5,5 meter.

Mengingat peningkatan ketinggian gelombang laut ini terjadi pada akhir pekan, Tim SAR Satlinmas Wilayah II Kabupaten Gunungkidul, segera menginformasikan dan peringatan ke warga sekitar pesisir.

Selain informasi secara langsung, petugas SARĀ  juga menyebarkan informasi melalui media sosial resmi Tim SAR, agar para wisatawan yang nantinya berkunjung tetap berhati-hati saat beraktivitas di pantai.

“Kenaikan gelombang tinggi akan terjadi di akhir pekan, mengingat juga banyak wisatawan yang pasti akan berkunjung, selain itu saya juga berharap gelombang tinggi ini terjadi tidak bersamaan dengan pasangnya air laut, soalnya potensi dampak kerusakannya akan lebih besar,” jelas Marjono. (Hery)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.