Purwanto, dalang wayang kulit sekaligus guru karawitan setengah membenarkan, bahwa anak muda ada cenderung memilih seni kontemporer.
“Saya pengrawit juga dalang tetapi anak saya tidak mau meniru jejak. Dia lebih menyukai bergabung ke dalam group band.
Meski demikian Purwanto tidak terlalu cemas, karena di Padukuhan Putat Wetan, Desa Putat muncul pengrawit putri dari kalangan karang taruna. Sayangnya, kata Purwanto, pengrawit putra masih sulit digerakkan.
Yang tidak kalah menggelisahkan adalah seni macapat. Selama ini yang menekuni terbatas orang tua. “Itu pun soal latihan dan penampilan tidak memiliki tingkat keajegan yang memadai,” tegas Purwanto.













