PADA MASA PANDEMI KOPERASI DAN UMKM TENGGELAM

904

HARI Koperasi biasanya dimeriahkan setiap tanggal 12 Juli. Pada masa Pandemi di Gunungkidul tidak ada jejak. Pemerintah Propinsi dan Pusat pun demikian.

Koperasi serta pembinaan UMKM tenggelam di lautan penyakit yang makin mengganas, padahal saat masa kampanye 2020, Bupati Sunaryanta memiliki komitmen kuat dalam urusan UMKM.

Masih ada nilai plus tentang Koperasi dan UMKM, karena Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mematok target hebat, dalam arti menetapkan indikator kinerja kunci (IKK) terutama soal omset serta presentase UMKM yang dibina.

Baseline data, atau informasi dasar yang dihimpun sebelum suatu program pembinaan koperasi dan UMKM dimulai, telah ditetapkan di dalam RPJMD 2021-2026.

Data tersebut kemudian digunakan sebagai pembanding untuk memperkirakan dampak program yang hendak dicapai.

Bupati Sunaryanta mempunyai sasaran dan tujuan bahwa omzet atau kekayaan koperasi aktif di Gunungkidul harus meningkat.

Data terakhir tahun 2020 omzet koperasi aktif berada di angka 45.105.312.237,00 (empat puluh lima milyar seratus lima juta tiga ratus dua belas ribu dua ratus tiga puluh tujuh rupiah).

Harapan pemerintah, tulis Bupati Sunaryanta di dalam lampiran Raperda RPJMD 2021-2026 halaman VIII-5, pada tahun 2026 meningkat menjadi Rp 49.105.312.000,00 (empat puluh sembilan milyar seratus lima juta tiga ratus dua belas ribu rupiah).

Pembinaan koperasi kategori aktif selama lima tahun (2022-2026) omzetnya bertambah sebesar Rp 3.999.999.763,00 ( tiga milyar sembilan ratus sembilan puluh sembilan juta sembilan ratus sembilan ribu tujuh ratus enam puluh tiga rupiah).

Pada lampiran yang sama presentase pertumbuhan omzet UMKM yang dibina diharapkan meningkat dari 9,22% tahun 2020 menjadi 10,26% pada tahun 2026. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.