Pada Usia 54 Tahun, Partai Golkar Bersih-Bersih KKN

1206

PLAYEN, SELASA WAGE – Dibidani tokoh Angkatan Darat, Golkar lahir di Indonesia 20 Oktober 1964. Sepanjang sejarah Golkar jatuh bangun, bahkan sempat akan dibubarkan. Golkar menyandang beban sejarah cukup berat. Golkar dianggao sebagai partai yang belepotan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Dalam usia ke 54 beban tersebut mulai terkurangi.

Slamet, S.Pd. MM anggota DPRD DIY, Caleg No. 3 bersama Sarjana, SE mengungkapkan hal di atas, di depan Pengurus Golkar tingkat Desa se Kecamatan Playen (14/10).

Slamet melakukan kampanye terbatas, dihadiri 48 Pengurus Desa, bertempat di Ngleri Kulon, RT 13/RW 14, Desa Ngleri, Kecamatan Playen.

“Pada Pemilu 2019, beban sejarah itu terkurangi. Tomi Soeharto menyatakan putus dengan Golkar, setelah mendirikan Partai Berkarya. Ini berarti Golkar tidak ada hubunganya dengan Cendana,” ujar Slamet, (14/10).

Golkar, bersih, Golkar bangkit, Golkar menang, menurut Slamet bukan sebatas slogan kosong. Hal itu mulai dilakukan sejak kasus Setya Novanto. Dia diamputasi sesuai hukum.

“Menyusul Sekjen DPP Golkar, Idrus Marham, diberhentikan dari jabatan,” tegas Slamet.

Harapan bersama, partai berlambang pohon beringin ini, menjadi organisasi politik, tempat rakyat berlidung dan menaruh harapan. Dengan dukungan kader di 144 Desa di Gunungkudul, Golkar berhasil menguasai parlemen di segala tingkatan.

“Mas Rizal Rinaldi caleg DPR RI No. Urut 4, saya caleg DPRD DIY No. Urut 3 dan Pak Sarjana caleg DPRD Gunungkidul, berkompetisi di dapil Gunungkidul 2,” pungkasnya.

Menang atau kalah, ini komentar salah satu kader Desa di kecamatan Playen, tergatung rakyat.

“Sepanjang rakyat bertekad bulat, Golkar pasti di atas angin,” katanya. Agung/ig




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.