Tiga paradigma di atas, menurut Moeljarto Cokrowinoto masing-masing mempunyai karakter yang berbeda.
Paradigma Pertumbuhan terfokus pada industri. Nilai dipusatkan ke industri. Indikatornya diukur dengan ekonomi makro. Pemerintah berperan sebagai entrepreneur, mengandalkan modal sebagai sumber utama. Dalam paradigma ini terjadi konsentrasi dan marginalisasi.
VIDEO TERBARU :
Paradigma Kesejahteraan mementingkan pelayanan. Terkait nilai berorientasi pada manusia. Indikator diukur dari sisi sosial. Pemerintah berperan sebagai pelayan, mengandalkan sumber utama kemampuan administratif dan anggaran. Paradigma ini terkendala terbatasnya dana serta inkompetensi aparat.
Sementara itu, tulis Moeljarto, paradigma people centered fokus manusia, nilai dipusatkan ke manusia. Indikatornya dilihat dari hubungan manusia dengan sumber. Pemerintah berperan sebagai pembina / fasilitator. Sumber utamanya kreatifitas dan komitmen. Kendala paradigma ini cukup jelas, struktur dan prosedur tidak mendukung.
Relevansinya dengan Pilkada Rabu 23 September 2020?
Sejauh mana para kandidat memiliki kecenderungan kepada tiga paradigma pembangunan tersebut. Warga Gunungkidul menunggu, tetapi belum satu pun mereka angkat bicara.
(Bambang Wahyu Widayadi)
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL – SABTU WAGE, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Perempatan…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, SEJUMLAH wilayah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini diperkirakan…
WONOSARI - KAMIS KLIWON | BDM (58) seorang lelaki pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dinas…
GUNUNGKIDUL – KAMIS KLIWON | Kecelakaan tragis menimpa seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) di Jalan…
GUNUNGKIDUL - KAMIS KLIWON Setidaknya 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang beroperasi untuk sementara…
YOGYAKARTA - RABU PON | POLRES Bantul resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang atau (DPO) terhadap…