PARALELISME KUASA SEMUT IRENG

1568

SEMUT ireng anak-anak sapi. Ini sepuluh suku kata, berakhir dengan vokal -i.

Sapi macam apa yang lahir dari demokrasi Semut Ireng itu?

Menurut Ki Narto Sabda, sapi itu berupa Kebo Bung, atau Bantheng yang keberaniannya luar biasa. Dia tidak takut melompat Bengawan.

Kebo Bung kang anyabrang bengawan (10)-a. Ini baris kedua, sepuluh suku kata, berakhir vokal -a.

Tetapi bantheng itu tidak tahu diri, bahwa nalarnya cekak, seperti

Keong Gondang crak sungte (8)-e. Larik tiga, delapan suku kata jatuh vokal -e.

Padahal defakto dejure kedalaman ilmunya baru setara dengan

Timun wuku Ron wolu (7)-u, larik ke empat, tujuh suku kata vokal -u.

Meski demikian begitu berani masuk area geger kepati.

Suro Boyo geger kepati (9)-i sembilan suku kata dengan vokal -i.

Geger wong nguyak macan (8)-a, delapan suku kata berakhir nglegena vokalnya -a.

Bantheng yang salin sarengat berubah jadi matengga, binujung dening para kawula.

Candak wadahi bumbung (7)-u. Tujuh wanda vokal -u.

Mendadak tersiar kabar bahwa di tengah kekacauan: Alun-alun Kartosuro (8)-a ada

Gajah meta cinancang wit sidaguri (12)-i

Patine cineker ayam (8)-a

Di Indonesia pasemon Semut Ireng pernah terjadi ketika Soeharto berkuasa.

Siapa bakal menyusul? Walohhu alam.

Ini hanya sebuah tafsiran. Bisa benar bisa salah. Pemirsa bisa mempunyai tafsiran tersendiri. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.