WONOSARI, Jumat Pahing-Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menetapkan pariwisata sebagai program pilihan yang diungulkan. Dalam rapat paripurna istimewa (26/04) kemarin, pariwisata mendapat sorotan tajam dari DPRD.
Immawan Wahyudi di ruang loby, kepada sejumlah awak media merespon serius sorotan Dewan.
Penanganan pariwisata, oleh DPRD dinilai tidak maksimal. Dari sisi anggaran, dana Rp 19.113.332.500,00 hanya terserap 92,2% atau Rp 17.607.767.268,00.
Dewan tidak mengingkari, bahwa PAD Pariwisata 2017 mencapai Rp 26,9 miliar dari retribusi 3,25 juta pengunjung. Tetapi persoalan pembinaan pelaku wisata dan pembangunan infrastruktur menurut Dewan lemah.
Menanggapi kritik serta masukan Dewan, Wakil Bupati Gunungkdul Immawan Wahyudi mengatakan, tahun anggaran 2018 akan dilakukan pencermatan.
Immawan mengaku, begitu Kadinas Pariwisata diganti, dia langsung telepon. Isinya meminta agar pembinaan pelaku pariwisata di seluruh lini dipersiapkan secara baik.
Tidak ketinggalan saran tersebut diarahkan ke Dinas PUPR, soal pembangunan infrastruktur jalur wisata. Normalisasi (pelebaran) jalan perlu dilakukan di tempat-tempat rawan (tikungan).
Immawan berpendapat, tentang usulan semua jalan harus lebar, itu harus dipertimbangkan. Dia menyebut contoh JJLS, pada jalur semulus itu justru banyak kecelakaan bukan karena tabrakan, tetapi laka tunggal. (Agung)










