PDRB Pertanian Anjlok, Fraksi PAN Bilang Pembangunan Pertanian Tidak Boleh Salah Arah : Bagian Kedua Dari Lima Tulisan

878

GUNUNGKIDUL-SELASA KLIWON | Giliran politisi yang ngantor di depan alun-alun Wonosari – Sugeng Nurmanto berbicara soal melorotnya sumbangan sektor pertanian terhadap PDRB tahun 2021.

Atas nama Fraksi PAN Sugeng Nurmanto bilang, perubahan kontribusi sektoral di PDRB merupakan peringatan bahwa kebijakan pertumbuhan sektoral perekonomian Gunungkidul tidak boleh salah arah.

Dari data persandingan PDRB Gunungkidul 2021 terhadap PDBR 2020, khususnya kontribusi sektor Pertanian Kehutanan dan Perikanan, jelas ada penurunan kontribusi sektor ini sebesar 1,28% dari 24,67%di tahun 2020 menjadi 23,39% di tahun 2021 memang tidak bisa dimaknai secara tekstual bahwa pembangunan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan mengalami penurunan. Meskipun juga pada saat yang bersamaan, fakta tersebut bisa dijadikan momentum evaluasi kritis langkah dan strategi pembangunan sektor ini.

Seperti diketahui bahwa dalam mengukur PDRB ada 17 parameter sektoral perekonomian yang dijadikan acuan. Dari 17 sektoral perekonomian tersebut, data mengenai tren perubahan tingkat pertumbuhan dan besaran kontribusi pada PDRB dari tahun ke tahun haruslah dicermati betul. “Perubahannya seperti apa? Sektor mana yang naik, sektor mana yang turun? Seberapa besar?

“Ini penting dicermati sebagai bahan penentu kebijakan pembangunan ekonomi dengan tepat,” kata Sugeng Nurmanto, 11-10-2022.

Kategori pertumbuhan sektoral perekonomian daerah dari tahun ke tahun bisa jadi mengalami perubahan.
Pemda harus responsif, harus menghitung ulang, harus mengklasifikasi, sektor mana yang tertinggal, sektor mana yang berkembang pesat, mana sektor yang maju tapi tertekan dan mana sektor yang maju dan tumbuh pesat.

“Tahun 2021 menurut kami sektor pertanian merupakan sektor yang maju tapi tertekan,” tandasnya.

Dari perkembangan yang ada, Fraksi PAN yakin ada perubahan kategori pertumbuhan sektoral perekonomian yang harus dicermati Pemda.

“Jadi membacanya harus tepat, agar kebijakan yang dibuat juga tepat. Kalau meleset, bisa gawat,” ungkap Sugeng.

Beberapa sektor perekonomian yang perlu dicermati seperti sektor kelompok pertanian, sektor industri pengolahan, sektor administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib, sektor konstruksi, sektor perdagangan besar dan eceran, sektor informasi dan komunikasi maupun sektor jasa pendidikan, terutama masa-masa pemulihan akibat dampak pandemi covid-19.

Dalam beberapa kesempatan, saat pandemi covid-19 sedang berlangsung, Fraksi PAN pernah mengingatkan hal tersebut. Bahkan lebih jauh, dalam hal susunan PDRB dilihat dari pendekatan pengeluaran, Fraksi PAN pernah mendorong dicetuskan dan dilaksanakannya kebijakan dan program yang bersifat afirmatif terhadap penumbuhkembangan dan penggunaan produk-produk lokal.

“Bangga produk lokal, lindungi produk lokal, bela produk lokal, pakai produk lokal dan hal-hal serupa harus bisa terwujud di Gunungkidul,” pungkas Sugeng Nurmanto.

 

(Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.