PEMERINTAHAN

PDRB Pertanian Anjlok, Sekdin Kominfo Bilang Petani Tanpa Lahan Perlu Diadvokasi : Bagian Keempat Dari Lima Tulisan

GUNUNGKIDUL-KAMIS PAHING | Kabupaten Gunungkidul seluas 46% lebih dari luas DIY. Penduduknya 43,17% atau 110.969 adalah keluarga tani, bakan ada Kepala Keluarga yang tidak memiliki lahan garapan sama sekali. Mereka kemudian memilih menjadi buruh tani.

Tahun 2021 semester satu Dinas Dukcapil Gunungkidul menyajikan data 110.969 KK petani / buruh tani. Sayangnya terhadap jumlah tersebut Dukcapil tidak merinci dan memilah, berapa petani yang punya lahan, dan berapa buruh tani yang tidak punya lahan.

Buruh tani yang secara individual dan kesadaran pribadi melakukan budidaya pertanian di teras rumah karena tidak punya lokasi selain itu, faktanya cenderung terlupakan, atau dilupakan. Artinya, mereka tidak diperhatikan Pemerintah.

Sekdin Kominfo Gunungkidul Aris Suryanto dalam kapasitas pribadi, mengangkat permasalahan buruh tani tipe serupa itu. Dia berpendapat, bahwa buruh tani sangat penting untuk diperhitungkan.

Pada semester satu tahun 2021, total KK Kabupaten Gunungkidul 257.061. Diperkirakan yang bergerak melakukan cocok tanam di lahan sempit (teras rumah) tidak hanya KK petani dan buruh tani. Dimungkinkan KK yang berprofesi Wiraswasta, Buruh Harian Lepas, Karyawan Swasta, PNS, Pensiunan, Mengurus Rumah Tangga, Perangkat Desa, Tidak Bekerja, serta Kerja Lain-lain juga melakukannya.

Aris Suryanto memaklumi para pegiat pertanian teras rumah tidak termonitor dengan baik dan tidak terdata oleh Dinas Pertanian Pangan.

“Ke depan, saya akan lakukan advokasi. Saya akan sampaikan kepada teman-teman di OPD yang berkepentingan, termasuk kepada BPS, karena boleh jadi produk tanaman teras rumah tidak dihitung,” ujar Aris Suryanto, 13-10-2022.

Asumsinya, terang Aris Suryanto, kalau tanaman teras rumah diperhitungkan sumbangan sektor pertanian terhadap PDRB mustahil turun.

Bercocok tanam di teras rumah menggunakan media terbatas (polibag) kenyataannya banyak dilakukan warga.

Di Ngasem Ayu, Desa Salam, Kapanewon Patuk perintisnya adalah Ngadija. Dia seorang Jagabaya setempat. Bambang Setiawan Budi Santosa, Lurah Kepek, Kapanewon Wonosari bahkan menggerakkan warganya untuk menekuni budidaya tanaman sayur di teritis rumah.

Kalau terpaksanya tidak terkaver oleh Dinas Pertanian, menurut Aris Suryanto, Bupati Gunungkidul tinggal tulis perintah agar 144 Lurah menggerakkan KK binaan untuk melakukan itu.

Solusi lain untuk menaikkan hasil pertanian Gunungkidul Aris Suryanto berpandangan, ijin pengalihan lahan pertanian ke industri dan yang lain, harus diperketat, karena semakin banyak lahan pertanian yang dialihfungsikan maka produksi hasil pertanian semakin berkurang.

Tetapi dia melihat dalam review Perda RT RW malah ada usulan tambahan lahan kawasan industri, tidak tanggung-tanggung, seluas 370 Ha.

(Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga 2026 PT

PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…

22 jam ago

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

1 minggu ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

1 minggu ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

2 minggu ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

2 minggu ago

Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…

3 minggu ago