PDRB Pertanian Anjlok, Tokoh Gunungkidul Angkat Bicara: Bagian Pertama Dari Lima Tulisan

1148

GUNUNGKIDUL-SENIN WAGE | Sumbangan sektor pertanian Gunungkidul terhadap PDRB yang faktanya turun 1,28%, bahkan jika semua pihak mau jujur lebih dari itu, mendapat tanggapan dari berbagai pihak.

Para penanggap tersebut bukan sembarang tokoh. Pertama dari kalangan pengamat politik pemerintahan-Kelick Agung Nugroho, kedua dari politisi yang ngantor di depan alun-alun Wonosari-Sugeng Nurmanto, ketiga dari Wakil Ketua DPRD-Heri Nugroho, keempat dari Sekretaris Dinas Kominfo-Aris Suryanto, terakhir disudahi Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto. Satu demi satu respon mereka ditayangkan secara bersambung.

“Kepala Bappeda Gunungkidul pikiran dan perilakunya offside,” ujar Kelick Agung Nugroho, 10-10-2022.

Hitungannya, lanjut Tokoh yang berdomisili di Purbosari itu, bukan latar belakang penyelenggaranya, tetapi harus dibeberkan fakta pembangunan pertanian itu seperti apa.

“Meskipun wabupnya sarjana pertanian bukan jaminan hasilnya bagus. Pusing deh melawan orang orang semacam ini,” tulis Kelick Agung Nugroho.

Dicocokkan dengan RPJMD 2021-2026, Bupati Sunaryanta menempatkan pertanian di urutan kedua dari 10 prioritas pembangunan yang direncanakan.

Pembangunan pertanian dalam arti luas, tulis Bupati Sunaryanta, secara berkelanjutan poinnya mamacu pembangunan komoditas unggulan, penguatan kelembagaan, serta pengembangan peternakan.

Fakta tak terbantah, sumbangan terhadap naiknya PDRB tidak berhasil alias gagal.

(Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.