“Kami tidak ingin petani dan warga masyarakat merasa dirugikan dengan adanya pembangunan. Sejak dibangun, irigasi Simo kan baru direhap saat ini, pastinya kami memberikan yang terbaik bagi masyarakat, terlebih ini nanti menyangkut ketahanan pangan karena Ponjong merupakan daerah penghasil padi,” ungkap Wenas.
Wenas menambahkan, pihaknya tidak menampik apabila masih ada beberapa warga masyarakat belum memahami terkait pelaksanaan pembangunan proyek. Oleh sebeb itu pihak PT. Erlian Prima Group jika dipandang perlu akan sosialisasi ulang dengan masyarakat, terutama warga sekitar lokasi proyek.
“Sebenarnya ini hanya mis komunikasi, tidak ada persoalan di lapangan. Kita jadwalkan, nanti akan ada pertemuan dengan warga sekitar lokasi agar semua paham dan clear,” ungkap Wenas.
Sementara itu perwakilan konsultan pengawas PT. Alienorania Shalin Konsultan, Catur Nugroho menyampaikan, sejak awal pekerjaan hingga saat ini, tidak ada kendala. Adanya dugaan protes warga dan persoalan lain dikarenakan mis komunikasi.
YOGYAKARTA - KAMIS WAGE, SEBANYAK 3.865 mahasiswa Universitas Gadjah Mada program sarjana dan sarjana terapan…
YOGYAKARTA - SELASA PAHING, SEBANYAK 18.850 mahasiswa baru atau Maba Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun…
YOGYAKARTA - JUMAT PON, SEBANYAK 5.880 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Pembangunan Nasional Veteran…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, TIM Admisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergerak aktif mengenalkan International Undergraduate…
YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…