“Kami tidak ingin petani dan warga masyarakat merasa dirugikan dengan adanya pembangunan. Sejak dibangun, irigasi Simo kan baru direhap saat ini, pastinya kami memberikan yang terbaik bagi masyarakat, terlebih ini nanti menyangkut ketahanan pangan karena Ponjong merupakan daerah penghasil padi,” ungkap Wenas.
Wenas menambahkan, pihaknya tidak menampik apabila masih ada beberapa warga masyarakat belum memahami terkait pelaksanaan pembangunan proyek. Oleh sebeb itu pihak PT. Erlian Prima Group jika dipandang perlu akan sosialisasi ulang dengan masyarakat, terutama warga sekitar lokasi proyek.
“Sebenarnya ini hanya mis komunikasi, tidak ada persoalan di lapangan. Kita jadwalkan, nanti akan ada pertemuan dengan warga sekitar lokasi agar semua paham dan clear,” ungkap Wenas.
Sementara itu perwakilan konsultan pengawas PT. Alienorania Shalin Konsultan, Catur Nugroho menyampaikan, sejak awal pekerjaan hingga saat ini, tidak ada kendala. Adanya dugaan protes warga dan persoalan lain dikarenakan mis komunikasi.
GUNUNGKIDUL - JUM'AT LEGI, Ritual adat pembukaan Cupu Kyai Panjala di Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar,…
YOGYAKARTA - SABTU KLIWON, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar serah terima jabatan Direktur Reserse Kriminal…
YOGYAKARTA - JUM'AT WAGE, PUCUK pimpinan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi berganti, setelah Kapolri…
BANTUL - KAMIS WAGE, POLISI mengungkap kasus dugaan penggelapan sejumlah barang milik sebuah toko grosir…
PENDIRI Ikatan Wartawan Online (IWO) akan menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) perdana pada tahun 2026. Dalam…
GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI, Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Kabupaten Gunungkidul telah terlaksana, Sabtu (26/09/26).…