Pembangunan Fisik Dipangkas, Dana Dialihkan ke Sektor Kesehatan dan Sosial

1385

WONOSARI-KAMIS PAHING | Pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) dan obat-obatan oleh Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dipandang sangat mendesak dilaksanakan. Disusul bantuan sosial berupa paket permakanan diletakkan pada prioritas berikutnya.

Eddy Praptono, Kepala Dinas PUPR Gunungkidul memaparkan hal di atas di depan Wahyu Ade Pradana, Purwanto dan Sutiyo, anggota Komisi C DPRD DIY, yang berkunjung di Kantor PUPR Gunungkidul, Kamis (16/4/20)

“Di awal perencanaan dipersiapkan dana Rp 21 miliar, tetapi setelah dihitung ulang meningkat menjadi Rp 31 miliar,” terang Eddy Praptono.

INFO HARI INI-LAYAK DILIRIK! PELUANG BISNIS DI TENGAH PAMDEMI

Menurutnya,  Rp 21  miliar untuk fasilitas kesehatan, sementara yang Rp 10 miliar untuk bantuan sosial berupa paket permakanan.

Dana sebesar itu diperoleh dari pergeseran  bahkan perubahan drastis APBD Gunungkidul tahun 2020.

“Kegiatan fisik utama seperti pembangunan gedung, jalan, irigasi dan yang lain dikensel (dihentikan: red), kecuali pembangunan Taman Budaya. Khusus asesoris yang didatangkan dari luar negeri seperti kursi dan yang lain, tetap dilaksanakan,” imbuh Kadinas PUPR Gunungkidul.

Menurut Eddy Praotono, sampai hari ini, 16 April 2020 Pemetintah belum tahu kapan pandemi Corona  akan berakhir.

Kalau prediksi tepat,  Corona mewabah hingga Juli tahun 2020, dia yakin itu tidak akan memerlukan tambahan ruang isolasi yang sekarang sedang dibangun.

Tetapi jika durasi pandemi Covid-19 lebih lama, Eddy memastikan anggaran kesehatan masyarakat akan bertambah banyak.

Berkaitan dengan berkurangnya transfer Pusat, Eddy nenuturkan  tanggal 23 April 2020,  Perbup yang meggatur perubahan APBD harus jadi dan segera dibicarakan dengan Dewan. (Bambang Wahyu)

INFO HARI INI-PEMERINTAH GUNUNGKIDUL SIAPKAN 10 MILIAR UNTUK WARGA TERDAMPAK COVID-19




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.