WONOSARI-SELASA LEGI | Suharjo, SE, anggota Komisi C DPRD Gunungkidul menyatakan, pelaku UMKM Gunungkidul sebelum Covid-19 sebanyak 22.623 unit. Angka tersebut terdiri dari usaha mikro 20.928, usaha kecil 1.664 dan usaha menengah 31 unit. Pembinaan UMKM terhambat karena persoalan anggaran.
“Yang dilakukan oleh dinas menurut hemat kami masih bersifat rutinitas, dalam arti sebatas pelatihan. Menurut kami UMKM Gunungkidul memerlukan pendampingan berkelanjutan,” ucap Suharjo, di Gedung Dewan, 29-6-2021.
Menurutnya, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat dijadikan sebagai mesin pertumbuhan di masa pandemi.
“Pasalnya UMKM merupakan contoh produsen yang mampu menghasilkan barang dan jasa. Itu artinya semakin banyak barang dan jasa yang diproduksi oleh UMKM maka pertumbuhan ekonomi Gunungkidul bisa terjadi,” tegasnya.
Pertumbuhan ekonomi menurutnya adalah keadaan meningkatnya pendapatan nasional tanpa melihat kondisi penduduk. Dengan kata lain, suatu negara mengalami pertumbuhan ekonomi jika PDB negara tersebut mengalami kenaikan dibandingkan PDB tahun sebelumnya.
Pelaksanaan pembinaan UMKM di Kabupaten Gunungkidul berdasarkan pengamatan Suharjo tidak maksimal.
Mengapa tidak optimal, Imam Taufik anggota DPRD DIY menimpali, bahwa anggaran terlalu terbatas.
“Anggaran kecil itu sudah dari dulu. Terlebih adanya refokusing anggaran karena Covid-19. Kalau kapasitas kecil, ibarat kendaran muatan pun terbatas, dan tak sebanding dengan kebutuhan serta kemauan,” ujar Imam Taufik menggarisbawahi pernyataan Suharjo. (Bambang Wahyu)
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…
BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…