Pembukaan Pelatihan UMKM Santri Tanpa Lagu Kebangsaan

1875

PATUK-KAMIS PON | Implementasi sinergi dan kolaborasi wisata kuliner halal dan wisata religi untuk mengembangkan interpreneur santri hebitren, diluncurkan Kamis 9-9-2021 di Pondok Pesantren Al Muntaz, Padukuhan Kerjan, Desa Beji, Kapanewon Patuk Gunungkidul.

Sekda Gunungkidul dan GKR Mangkubumi batal hadir. Acara yang dipandu Gus Ipul itu pun kemudian dibuka tanpa menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, termasuk tidak ada gema Wahyu Ilahi.

“Mari acara ini kita buka dengan membaca Al Fatehah,” kata Gus Ipul selaku pemandu acara 9-9-2021 dilanjutkan sejumlah sambutan dari tamu penting yang hadir pagi itu.

Bupati Gunungkidul H. Sunaryanta mengirim sambutan tertulis. Sedianya pidato itu dibacakan oleh Sekda Gunungkidul Ir. Drajad Ruswandono tetapi dilimpahkan kepada Plt. Kadinas Pariwisata yang berikutnya diwakilkan kepada Kasi Kelembagaan Sudjarwo, SH.

Dalam sambutan tertulis Bupati Gunungkidul H. Sunaryanta mendukung penuh atas pelatihan 100 UMKM Santri yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al Muntaz.

“UMKM Santri menjadi bagian penting yang secara nyata menggerakkan roda perekonomian,” tulis Sunaryanta.

Pejabat pemerintah yang hadir dalam kesempatan tersebut adalah Penewu Nglipar, Sukamto didampingi Jumawan Lurah Katongan.

Rangkaian sambutan selesai diteruskan diskusi. Sesi pertama dari institusi Pegadaian. Lembaga ini membahas soal edukasi keuangan syariah dan produk tabungan emas Pegadaian Syariah

Berikutnya dipaparkan Peran Bank Indonesia dalam membangun kemandirian ekonomi pesantren melalui Holding ekonomi dan bisnis pesantren (Hebitren).

Materi lain bertajuk Pesantren go digital dan kartu santri untuk mendukung inklusi keuangan.

Di bagian akhir dilanjutkan pelatihan UMKM pesantren go digital untuk 100 UMKM dan santri se Daerah Istimewa Yogyakarta. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.