PEMKAB GUNUNGKIDUL

Pemda GunungkIdul Kalah Cepat Berpacu Dengan Peternak

NGLIPAR-JUMAT KLIWON | Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Dinas Peternakan, karena pertimbangan yang tidak jelas dilibas dari Bumi Handayani. Peternak sapi seperti kehilangan tempat bersandar tetapi terus berjalan tidak berhenti membudidayakan ternak baik sapi, maupun kambing. Yang banyak macet justru binaan pemerintah melalui proyek UPPO.

“Populasi sapi di Gunungkidul cukup tinggi, karena setiap warga/KK yang berdomisili di pedesaan memelihara sapi sebagai tabungan,” ujar Slamet, S.Pd. MM mantan anggota DPRD yang sekarang banting stir memelihara sapi, 10-12-2021.

Belum lagi, kata Slamet Harjo, demikian sapaan akrabnya, beberapa warga secara intensif memelihara sapi dalam jumlah banyak sebagai mata pencaharian atau investasi.

Semakin banyak sapi yang dipiara kebutuhan pakan hijauan juga semakin banyak, maka tak jarang warga Gunungkidul harus mendatangkan dari luar daerah, misal jerami, kolonjono dan tebon jagung.

Ribuan truk tebon jagung dari arah Klaten, Bantul, dan Sleman oleh Pemda Gunung tidak ada perhatian khusus. Bahkan dianggap hal biasa.

“Cara pandang petani berbeda, tebon jagung merupakan biaya tinggi. Oleh sebab itu mereka sebagian besar mencari solusi agar ongkos pakan sapi bisa ditekan,” tandas Slamet Harjo.

Dia, bersama kelompok ternak sapi di Padukuhan Nglebak, Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar Gunungkidul mengembangkan rumput packchong asal Thailand untuk menekan ongkos pembelian hijauan pakan ternak.

Rumput pakchong menurut penelitian nutrisinya lebih hebat dibanding tebon dan kolonjono. Itulah sebabnya rumput pakchong lebih disukai oleh sapi dan Kambing.

“Petani Gunungkidul mulai cerdas mengatasi masalah. Pemerintah keok berinovasi, karena Dinas Peternakan, baru akan dibentuk tahun 2022. Itu pun kalau tidak berubah kebijakan,” ujar salah satu peternak binaan Slamet Harjo. (Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

3 hari ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

3 hari ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

3 hari ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

3 hari ago

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Peringkat Tertinggi PTKIN di Indonesia

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…

3 hari ago

Ribuan Lulusan Pascasarjana UGM Jalani Proses Wisuda

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…

3 hari ago