Pemda Gunungkidul Kurang Pedulikan Penyakit Diabetes

1081

WONOSARI-KAMIS LEGI | Belum ada penelitian khusus, tetapi sebagian warga Gunungkidul beranggapan bahwa kelebihan gula darah (guldar) tidak membahayakan kesehatan. Selama pandemi, bahkan sebelum muncul, Pemda Gunungkidul belum memprogram cek guldar gratis secara massal.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, dr. Irawati menyatakan, kadar guldar terbawah 90 Mhg, sedang yang tertinggi 120.

“Angka yang saya sebut di atas adalah angka normal ideal 90 sampai dengan 120,” ujar dr. Ira, 11-11-2021.

Ada catatan khusus, bahwa seseorang yang nampak segar bugar, jika guldar melebihi limit 120, patut diduga dia menderita DM.

“Yaa, tetapi perlu ada pemeriksaan lainnya untuk menentukan DM atau tidak,” tandas dr. Irawati.

Ditanya soal program massal pemeriksaan gudar untuk masyarakat, dr. Ira memberikan jawaban singkat.

“Tidak ada program. Yang melakukan masing-masing fasilitas kesehatan,” kata dr. Ira.

Dihimpun dari berbagai sumber pasien pengidap diabetes di Indonesia mencapai 6,2 persen itu artinya lebih dari 10,8 juta orang menderita diabetes. Angka tersebut merupakan catatan akhir tahun 2020 per 5 November.

Pertanyaan sederhana, bagaimana dengan Kabupaten Gunungkidul menurut para tokoh, baik eksekutif maupun legislatif?.

Menganalogi angka Nasional, kalau penduduk Gunungkidul 6,2% dari 700.000, menderita DM, maka angka penderita diperkirakan sekitar 43.400 orang. (Bambang Kluthik)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.