Pemda Gunungkidul Lamban Sediakan Ruang Isolasi

1507

WONOSARI – SELASA LEGI | Anggota DPRD Gunungkidul angkat bicara, terkait penyediaan ruang isolasi untuk pasien Covid-19. Dewan melihat, Pemda bergerak lamban.

Eri Agustin Sudiyati, SE. MM. Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul menyatakan, memang ada ganjalan regulasi yang cukup serius.

SKB Menteri menyatakan ada keleluasaan pemangkasan anggaran. Di sana ditegaskan bahwa tidak perlu ada pembahasan bersama  DPRD.

INFO HARI INI-JUMINAH WARGA GUNUNGKIDUL MENOLAK, YANG LAIN BUTUH BANTUAN

Tetapi menurut Eri, dalam hal pengesahan  perubahan APBD tetap membutuhkan persetujuan DPRD. Termasuk aneh, pembahasanya tunggal, namun hasilnya lambat.

Kala diminta menanggapi respon masyarakat yang tinggi terhadap nasib para pemudik, Eri mengacungkan jempol.

Responsibilitas warga yang cepat seperti di Panggang III, Sawah Girisekar, Kedungpoh, Kecamatan Nglipar dan yang  lain, dalam menyiapkan rumah isolasi mandiri bagi pemudik, menurutnya sangat baik  untuk ditiru guna menyadarkan semua pihak agar bekerja lebih cepat.

Sementara itu, Heri Nugroho, SS, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul menyatakan, penetapan RSUD Saptosari  menjadi RSUD isolasi baru saja dilakukan.

Heri Nugroho  melihat dari sisi lain, bahwa menurutnya,  RSUD Saptosari awalnya bukan untuk  isolasi.

Disamping itu, kata Heri Nugroho, tidak pernah diperkirakan  bahwa  perkembangan Covid-19  di Gunungkidul  sebegitu pesat.

Terlepas Covid-19 itu berkembang cepat atau sebaliknya, Heri menilai, ada sasuatu yang salah, terutama dalam hal mahami penyakit menular.

Indikasinya Pemda gagal ngrasani gedung kesenian untuk disulap sebagai ruang isolasi, termasuk tidak berhasil meminjan gedung PDHI. (Bambang Wahyu Widayadi)

INFO HARI INI-WARGA GUNUNGKIDUL TEMUKAN HARTA KARUN




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.