Pemda Gunungkidul Menepuk Air di Dulang

188

GEDANGSARI, SENIN LEGI-Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul menghadiahi julukan berbau memojokkan terhadap 3 dari 18 kecamatan. Gedangsari menyandang predikat kecamatan termiskin di Gunungkidul, setelah Saptosari dan Tanjungsari.

Label kecamatan termiskin, menurut Camat merupakan beban, atau seperti aib bagi jajaran Pemerintah Kecamatan dan Desa. Predikat kecamatan termiskin itu tersebar di media, yang hingga saat ini tidak pernah ada pencabutan.

Anehnya, kata Camat, 7 September 2018 silam, di ruang rapat 1, Pemerintah Gunungkidul memberikan penghargaan kepada 50 Desa yang lunas PBB Perkotaan dan Perdesaan, kategori sebelum jatuh tempo.

“Dianggap sebagai kecamatan termiskin, tetapi rakyat di tujuh desa, mampu membayar PBB sebelum jatuh tempo,” ujar Camat Gedangsari, Imam Santoso, (12/11).

Menurutnya, ini berlaku pepatah lama, Pemda Gunungkidul “menepuk air di dulang terpecik muka sendiri”. Terlanjur memberi predikat kecamatan termiskin, faktanya rakyat disiplin melunasi kewajiban.

Dalam melunasi PBB 2018, Kecamatan dan Desa melakukan terobosan, yang dilandasi roh “Gedangsari Bangkit”.

Harapan kedepan, PBB tetap terlunasi sebelum jatuh tempo. Tetap dipandang sebagai Kecamatan termiskin, tidak masalah. faktanya masyarakat berkontribusi dalam membangun Gunungkidul.

Itu sebabnya dia mengapresiasi masyarakat, Kades dan jajarannya melalui selembar piagam penghargaan.

“Sertifikat tersebut saya tandatangani dan saya serahkan kepada para Dukuh,” pungkasnya. Agung




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.