Sosong Porda 2019, PBVSI Gunungkidul Berbenah Secara Internal

123

WONOSARI, MINGGU KLIWON-Secara individual, atlet cabor bola voli Gunungkidul tidak kalah dengan kabupaten lain. Memang harus diakui, secara kelembagaan Gunungkidul harus banyak berbenah. Menghadapi Porda 2019, pengurus PBVSI, kebut inventrisasi permasalahan yang ada.

Hal tersebut terungkap ketika INFOGUNUNGKIDUL.com berbicang dengan sejumlah pengurus harian PBVSI, termasuk dengan Ketua Umum, Mayor Sunaryanta, beberapa pekan silam.

Mengacu bebagai pertandingan skala propinsi, Gunungkidul menempati posisi cukup lumayan, minimal meraih juara III.

Kelemahan mendasar selama ini, atlet berprestasi justru banyak ke luar daerah, merantau untuk kepentingan survival (bertahan hidup).

Dikaitkan dengan atlet populer sekelas Supri, sebenarnya saat ini ada Martinus, juga Giri. Mereka berdua, merupakan pemain muda yang handal.

PBVSI Gunungkidul secara menejerial memang tidak banyak memiliki dana pembinaan, terlebih jika berbicara soal penyiapan peluang kerja guna mengikat atlet bola voli agar bertahan di Gunungkidul.

Mengatasi problem serupa, Mayor Sunaryanta, selaku Ketua Umm PBVSI Gunungkidul berfikir dan berupaya keras mencari terobosan.

Tetapi menurutnya, semua itu akan sia-sia jika seluruh pemangku kepentingan tidak memiliki persepsi yang sama. Atlet bola voli berprestasi diprioritaskan masuk PNS misalnya, butuh kebijakan yang perlu diambil secara hati-hati.

Tidak kalah penting, atlet yang tergabung di 9 club butuh pelatih handal. Setiap club memerlukan 3 pelatih. Dalam hal pelatih kelas nasional, Gunungkidul baru punya 3, sementara kebutuhan minimal 27 orang.

(Agung)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.