DALAM spiritual Jawa dikenal terminologi Pati Geni (PG). Kegiatan PG dilakukan untuk meraih kesaktian tertentu.
Pelaku PG masuk kamar gelap, tidak boleh ada sinar lampu, tidak boleh makan serta minum.
Laku PG itu merupakan pilihan individual, tetapi bisa juga pilihan kolegial, artinya bisa dilakukan satu dua orang bahkan lebih.
Lockdown, PPKM Mikro, PPKM Mikro ditambahi Darurat, esensinya hampir sama dengan PG.
Sepanjang manusia itu mau berfikir sedikit saja, segala upaya pemerintah yang dilakukan selama satu setengah tahun lebih itu adalah ajakan untuk melakukan PG agar rakyat memperoleh kesaktian bernama imunitas tubuh dari gerogotan pandemi.
Supaya semua warga itu menjadi sakti. Dalam terminologi Islam ada istilah yang disebut puasa.
Tidak makan, tidak minum siang hari, endingnya adalah untuk meraih kemenangan dalam melawan segala macam api yang serba panas.
Api kekuasaan, api kebendaan, api kewanitaan, serta ap-api yang lain. Kesaktian yang mau diraih supaya manusia bertakwa.
Jadi, ajakan Pemerintah itu sudah berada di jalan yang benar. Salahnya di mana? Yang diajak tidak mau.
Coba masyarakat itu mau PG dalam arti substansial, tak usah lama-lama tujuh hari saja, pasti paradigma pikiran akan berubah, dan manusia mendapat petunjuk yang benar bagaimana cara hidup yang semestinya. (Bambang Wahyu)
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…