Pemerintan Promosikan JUN, Kelompok Tani Menanam JUL

1159

WONOSARI, Selasa Wage – Pemerintah, melalui Dinas Kehutanan menggalakkan penanaman Jati Unggul Nasional (JUN). Karena pertimbangan harga satuan bibit, Kelompok tani pilih menanam Jati Unggul Lokal.

Lima Kelompok Tani ini meliputi Platar Ombo Makmur, Ngudi Subur Desa Watusigar Ngawen, serta Ngudi Rejeki, Ngudi Makmur, dan Banyu Moto Kecamatan Nglipar, musim tanam 2017-2018 menanam 10.000 bibit jati unggul Lokal (JUL).

Mereka beralasan, JUN memang bagus, tetapi satuan harga per batang Rp 20.000,00 bagi petani terlalu mahal.

“Berbeda dengan JUL, bibit disemai oleh kelompok, anggota menanam secara gratis,” ujar Ketua Kelompok Banyumoto, (5/12).

Ditelisik lebih jauh, lima kelompok tani Gunungkidul dalam membuat pembibitan tidak melulu JUL. Dalam kegiatan pesemaian mencakup bibit sengon laut.

Lima Kelompok Tani memperoleh suport dari program Pembangunan Perhutanan Sosial Nusantara (Bangpesona) Kementrian Kehutanan yang dihantar Titiek Soeharto melalui jalur aspirasi.

Slamet, S.Pd. MM dari Rumah Aspirasi membenarkan, bahwa musim tanam 2017-2018, ditambah tanaman buah 10.000, sekurang-kurangnya 40 ha lebih, tanah di Gunungkidul terhutankan oleh gerakan 5 kelompok tani.

“Itu Dengan pengaturan jarak tanam 4 x 5 meter,” kata Slamet.

Ke depan, lanjut politisi Golkar, gerakan penghijauan akan terus dilakukan untuk menahan laju penebagan pohon yang bergerak menurut deret ukur.

 

Reporter: Agung Sedayu




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.