Pemilu 2019: Ajang Kompetisi Antar Kawan Sekaligus Arena Pertarungan Antar Lawan

293

WONOSARI, RABU PON – Perhelatan 17 April 2019 memicu dua gerakan sekaligus. Seluruh Parpol peserta pemilu sama-sama melakukan: pertama kompetisi, kedua, pertarungan.

Drs. Marsiono, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul dari Frkasi Partai Golkar (FPG) menyatakan hal di atas, di Gedung Dewan, (5/9).

Tahun 2019, dia bertekad bulat berkompetisi dan bertarung merebut 1 dari 11 kursi jatah Dapil 7 Gunungkidul.

Sesuai jadwal serta tahapan Pemilu, Kamis, 20 September 2018, datar calon sementara (DCS) ditetapkan menjadi daftar calon tetap (DCT) oleh KPU.

“Tiga hari setelah DCS ditetapkan menjadi DCT, Minggu, 23 September 2018, kampanye dimulai,” ujar Marsiono, kepada INFOGUNUNGKIDUL.com.

Kompetisi terjadi di internal parpol, dan pertarungan hebat pada eksternal parpol, menurutnya tidak terelakkan.

Ketua DPD Golkar Gunungkidul mengajukan 10 Caleg maju ke DPRD DIY, dua di antaranya incumbent, Hj. Rany Widayati, SE, MM dan Slamet S.Pd. MM.

“Saya dengan beliau berdua, juga 7 kader yang lain, di internal Golkal berkompetisi secara fair dan sehat, tidak saling menjatuhkan,” terangnya.

Di luar itu, menurutnya Golkar menghadapi lawan tangguh, karena incumbent tujuh (7) parpol besar masih berkeinginan merebut kursi DPRD DIY.

Menyebut rival berat, di PDIP Marsiono mencatat nama Nuryadi serta Bambang Chrisnadi. Di Partai Gerindra ada nama Bowo Gaplek, serta drs. Sutata yang lompat pagar dari PAN.

“Golkar siap berkompetsi, juga siap bertarung,” pungkas Marsiono. (Bewe/ig)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.