PEMERINTAHAN

Pemkab Gunungkidul Segera Terbitkan Perbup Hajatan

WONOSARI – RABU KLIWON | Pada bulan Dzulhijah atau disebut Sasi Besar (Jawa) dianggap bulan yang baik untuk hajatan bagi warga Kabupaten Gunungkidul, sehingga hajatan pernikahan mulai banyak digelar meski dalam situasi pandemi Covid-19.

Hal ini membuat masyarakat khawatir, mengingat saat ini penularan Covid-19 masih tersebar dan hajatan akan menjadi klaster baru di Gunungkidul. Bahkan, warga yang terpapar Covid-19 pun terus bertambah.

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengatakan, ia tak bisa berbuat banyak untuk melarang warga menyelenggarakan hajatan. Pasalnya tradisi hajatan bagi masyarakat Gunungkidul tak bisa dihilangkan. Satu-satunya cara pencegahan terpaparnya Covid-19 adalah mengatur hajatan dengan aturan resmi.

“Sebentar lagi kita akan keluarkan Peraturan Bupati (Perbup) berkaitan dengan hajatan ini,”ujar Immawan di Playen, Rabu (12/8/2020).

Penyusunan Perbup terkait hajatan, pihaknya akan mengundang sejumlah kalangan. Salah satunya, kalangan seniman yang biasa diundang dalam sebuah hajatan, untuk memberi masukan terkait penyelenggaraan hajatan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty mengakui, belum ada Standar Operasional Prosedur (SOP) secara resmi tentang pelaksanaan hajatan di tengah pandemi. Terkait hal tersebut, Ia sudah beberapa kali menyampaikan kepada Gugus dan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD).

“Pemerintah tak pernah melarang tradisi hajatan selama sanggup menerapkan protokol kesehatan,”ujarnya.

Menurut Dewi, penyelenggara harus meminta kepada tamu untuk cuci tangan sebelum masuk, jaga jarak saat masuk / keluar, dan sebisa mungkin kedatangan tamu harus dijadwal, sehingga tidak berkerumun.

Ia menambahkan, selama acara agar tidak melakukan kontak fisik secara langsung dan untuk pintu masuk / keluar pun agar dibuat tidak sejalur.

“Intinya protokol kesehatan harus dipatuhi oleh masyarakat,”tandasnya.

Selain itu, jumlah tamu harus dibatasi dan tidak lebih dari 75 menit. Diupayakan hiburan tidak menarik massa untuk berkumpul. Para pengisi acara harus jaga jarak antar seniman dan mikrofon disediakan masing-masing satu buah untuk satu orang. (HRY)

infogunungkidul

Recent Posts

Lemot Buka Rekam Medis, RSUD Wonosari Disomasi

GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…

10 jam ago

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

1 hari ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

3 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

4 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

4 hari ago

Kekeringan di Gunungkidul, UPZ UP45 Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih di Ngawen

GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…

6 hari ago