WONOSARI-SABTU LEGI | Pelaksanaan pesta demokrasi Pemilihan Lurah (Pilur) Serentak di Kabupaten Gunungkidul secara umum telah berlangsung dengan lancar pada Sabtu, 30 Oktober 2021 lalu. Dibalik hiruk pikuk kegiatan Pilur, ada sepenggal kisah menarik dari Wibawanto asal Padukuhan Piyaman 1, RT/RW 03/01, Kalurahan Piyaman, Kapanewon Wonosari.
Wibawanto atau yang akrab disapa Wantek turut menjadi salah satu Calon Lurah Piyaman 2021. Meskipun dalam perjalanannya nasib baik belum berpihak kepadanya, Wantek secara ikhlas dan legawa menerima hasil demokrasi pilihan masyarakat. Tak hanya itu, usai diketahui hasil penghitungan suara, secara kesatria dirinya bertamu ke tiga rivalnya untuk memberikan ucapan selamat dan mengajak untuk saling menerima hasil dengan lapang dada.
Wibawanto mengisahkan, dirinya ikut kompetisi Pemilihan Lurah Piyaman didorong rasa semangat untuk mengabdi pada tanah kelahirannya. Dengan modal visi misi dan niat ikhlas mengabdi, Wibawanto nyaris tanpa modal uang untuk maju sebagai Lurah.
“Dan intinya selepas perhitungan saya orang pertama yang datang ke masing-masing calon dari Pak Bambang, Pak Tugino dan Pak Sutik saya langsung menghampiri kerumah masing-masing. Jiwa kesatria petarung saya semoga menjadi motivasi generasi pemuda berikutnya, maju sebagai lurah siap menang siap kalah,” ungkap Wantek, Jumat, (05/11/2021).
Lebih lanjut Wantek menyampaikan, selama ini ajang pesta demokrasi Pilihan Lurah kebanyakan diikuti oleh para senior, baik tokoh masyarakat, mantan pejabat dan pengusaha tetapi untuk kalangan muda masih sangat minim.
Minimnya kalangan muda enggan masuk dalam bursa pemilihan lurah menurut Wibawanto disinyalir takut bayangan akan modal uang yang harus dikeluarkan cukup besar.
“Proses demokrasi yang saya jalankan perolehan suara 868 itu mutlak dari rasa iklas warga Piyaman untuk membangun demokrasi yang benar-benar Langsung Umum Bebas Rahasia dan tanpa uang,” ungkapnya.
Wibawanto menambahkan, apa yang dia jalani saat ini menjadi pengalaman penting serta spirit bagi kaum muda lainnya bahwa maju sebagai calon lurah tidak selamanya harus bermodal uang banyak.
“Saya tidak ada tim sukses, saya juga tidak galang suara warga sana sini dengan modal uang, semua berdasar rasa ikhlas warga setelah melihat visi, misi, tujuan dan harapan kita bersama untuk membangun tanah kelahiran tercinta. Bila saat ini belum berhasil itu tidak mengapa, masih banyak jalan pengabdian,” ujar Wibawanto. (Agus SW)













