Pemuda Ini Produksi Drum Custom, Ekspor Hingga Ke Eropa

554

WONOSARI-SELASA LEGI | Seorang anak muda di Kabupaten Gunungkidul, mampu memproduksi alat musik drum custom yang produknya sudah banyak dipakai oleh musisi nasional, bahkan di Ekspor ke Eropa.

Drum set custom yang diproduksi oleh pemuda Gunungkidul ini banyak digunakan oleh band-band nasional maupun perusahaan dari luar negeri. Drum ini juga banyak diminati karena unik dan dapat dipesan sesuai dengan keinginan oleh musisi tersebut.

Ginanjar Agung Sasmito (35) warga Padukuhan Jeruksari, Kalurahan Wonosari, Kapanewon Wonosari mengatakan bahwa, berawal dari hobi bermain musik sekitar 10 tahun lalu, Agung yang juga berprofesi sebagai tenaga kesehatan di RSUD Wonosari ini mencoba membuat sendiri alat musik. Ia mempelajari secara otodidak selama 1 tahun dan berusaha membuat pertama kalinya hingga berhasil dibuatnya.

“Untuk menyempurnakan produksi dulu saya berkolaborasi dengan sejumlah musisi lokal sehingga saat ini produksinya sudah banyak digunakan oleh drummer dari grup musik nasional bahkan luar negeri,” ucapnya, Selasa (16/03/2021) siang.

Dirumahnya tepatnya di sebelah utara RSUD wonsoari, juga difungsikan sebagai Workshop, setiap hari ia mengerjakan pesanan drum dari sejumlah pelanggan dengan dibantu 2 orang pekerja. Agung mampu memproduksi satu set drum custom dalam waktu 7 hari.

Pembuatan drum seluruhnya dikerjakan dengan tangan tanpa bantuan mesin modern. Bahkan ia mengkreasikan alat-alat sederhana untuk mempermudah proses produksi. Proses pembuatan drum tersebut di mulai dari pemilihan bahan menyesuaikan permintaan pelanggan.

Terdapat 2 pilihan bahan baku, yakni acrilic atau menggunakan bahan baku kayu. Setelah pembelian bahan-bahan lalu dipotong sesuai ukuran, kemudian dilakukan molding atau pencetakan, kenudian pengamplasan dilakukan sebelum akhirnya proses pengecatan dan perakitan.

Tak hanya menjual satu set alat musik drum saja, ia juga melayani pemesanan pembagian alat, mulai bass, tom-tom, dan simbol hingga aksesoris lainnya.

“Kalau bahan baku yang digunakan hampir seluruhnya produk lokal, satu set drum custom ini saya jualĀ  mulai dari Rp 5 juta dan untuk pemesanan perbagian mulai dari Rp 1juta,” ucapnya.

Ia mengaku serbuan produk alat musik impor yang harganya lebih murah tidak membuat pemesanan drum darinya menurun. Meski harga yang ia jual lebih mahal dari produk impor, namun kualitas yang ditawarkan lebih baik dari produk impor.

“Saya berani bersaing dengan produk sejenis yang sudah memiliki nama besar,” pungkasnya. (Heri)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.