Pendapatan Asli Daerah Gunungkidul Lampaui Target, Itu Anomali

214

GUNUNGKIDUL-KAMIS PAHING | Arif Setiyadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional Gunungkidul melihat realisasi Pendapatan Asli Daerah Tahun Anggaran 2020 ada anomali. Menurutnya itu memicu munculnya sejumlah pertanyaan.

“Kan apa-apa sekarang alasannya akibat Covid-19″, tapi realisasi PAD 2020 diatas target, bisa mencapai angka 104%,” ujar Arif Setiadi, 1-4-2021, mengomentari Nota Pengantar LKPJ Penerintah 2020.

Menurut pencermatan Arif Setiadi, Sektor pajak daerah sektor retribusi, dan PAD lainnya yang sah juga berada di atas rencana.

“Sayangnya data saya belum lengkap, sehingga rinciannya saya juga belum tahu, jadi baru grambyangan,” terang Ketua DPD PAN Gunungkidul itu.

Fakta tersebut, lanjutnya, memunculkan beberapa tiga pertanyaan menggelitik.

Pertama, apa karena penetapan targetnya terlalu rendah, atau karena penetapan targetnya pernah dilakukan perubahan pengurangan.

Kedua, apakah capaian itu karena kinerja positif pemda? Lalu sektor apa yang mencolok dalam kontribusi PAD sehingga bisa melampaui target?

Ketiga, apa ada penerapan kebijakan dan sistem yang bagus yang menjadikan pemungutan PAD efektif efidien? Bagaimana itu bisa terjadi, apa saja alasannya?

Padahal kalau dari sisi Belanja Daerah dan capaian kinerjanya menurut Arif Setiadi acapkali tak terserap dan tak tercapai karena alasan Covid-19.

“Jadi menurut saya ada anomali. Dugaan saya karena pernah dilakukan revisi pengurangan penetapan target PAD secara signifikan. Wallahu a’lam. Tapi kalau ini bisa diurai, maka akan ada pelajaran empirik bagi kebijakan Pendapatan Daerah khususnya pos PAD,” tutup Arif Setiadi. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.