OPINI

Pendidikan Karakter sebagai Solusi Mengurangi Kenakalan Remaja

Oleh: Ari Sulistyo, S.Pd, M.Sc
(Guru SMPN 1 Tepus, Gunungkidul)

 

Pak Haris, ayah Egy, tentu tidak menyangka, hari itu adalah hari terakhir ia bertemu dengan anaknya tercinta. Egy Hermawan, siswa kelas XII itu harus tewas mengenaskan akibat dibacok gerombolan geng pelajar seusai menonton pertandingan futsal tim sekolahnya. Saat ini kasus ‘klithih’ masih menjadi momok yang menakutkan warga masyarakat terutama di Yogyakarta. Anak-anak muda di bawah umur yang masih duduk di bangku sekolah menjadi pelaku aksi kekerasan jalanan ini. Kapolda DIY Irjen Pol. Ahmad Dofiri bahkan menyatakan bahwa masih ada puluhan geng pelajar di DIY. Apa yang salah dengan pendidikan kita? Lantas siapa yang harus bertanggungjawab? Tulisan singkat ini bertujuan untuk memberikan pandangan mengenai pendidikan karakter sebagai salah satu solusi mengurangi angka kenakalan pelajar.

Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, jauh-jauh hari sudah menyatakan bahwa ada 3 pusat pendidikan (Tripusat pendidikan) yaitu pendidikan di lingkungan keluarga, pendidikan di lingkungan perguruan/sekolah, dan pendidikan di lingkungan masyarakat/pemuda.

Setiap manusia akan selalu berada dan mengalami perkembangan dalam tiga lingkungan pendidikan tersebut. Selain itu, dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional di pasal 13 ayat 1 disebutkan bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, non formal dan informal. Kedua dasar tersebut menegaskan bahwa tanggung jawab pendidikan tidak hanya menjadi milik sekolah saja. Sekolah hanya salah satu dari 3 pusat pendidikan yang berupa pendidikan formal. Selain sekolah ada lingkungan keluarga dan masyarakat yang bersifat non formal dan informal. Oleh karena itu, jika terjadi kasus-kasus yang berhubungan dengan pelajar, seharusnya tidak langsung menyalahkan institusi sekolah tetapi juga harus dilihat bagaimana lingkungan keluarga dan masyarakatnya.

Kasus kenakalan pelajar tentu bertentangan dengan karakter bangsa Indonesia. Oleh karena itu diharapkan pendidikan karakter dapat mengubah perilaku, cara berpikir dan cara bertindak seluruh bangsa Indonesia menjadi lebih baik dan berintegritas. Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) telah dicanangkan pemerintah sejak tahun 2016. Tujuan program

Page: 1 2 3

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

6 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

2 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

3 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

4 minggu ago