OPINI

Pendidikan Karakter sebagai Solusi Mengurangi Kenakalan Remaja

ini adalah menanamkan nilai-nilai pembentukan karakter bangsa secara masif dan efektif melalui implementasi nilai-nilai utama Gerakan Nasional Revolusi Mental yaitu nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong dan integritas.
Lembaga pendidikan menjadi sarana strategis bagi pembentukan karakter bangsa
karena memiliki struktur, sistem dan perangkat yang tersebar di seluruh Indonesia dari daerah
sampai pusat.

Sekolah merupakan unit satuan pendidikan terkecil yang memiliki peran strategis dalam melaksanakan program penguatan pendidikan karakter tidak hanya di lingkup sekolah saja tetapi juga di masyarakat. Seperti dikemukakan di awal tulisan ini, sekolah tidak dapat berjalan sendiri dalam upaya mewujudkan visi dan misinya. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat sangat diperlukan. Menurut buku Konsep dan Pedoman Penguatan Pendidikan Karakter yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, masyarakat yang dimaksud antara lain komunitas orangtua siswa, komunitas seni dan budaya, lembaga-lembaga pemerintah (kepolisian, Puskesmas, BNN, dll), lembaga penyedia sumber belajar (museum, perpustakaan, dll), komunitas keagamaan, lembaga penyiaran, dan lain-lain.

 

Bentuk kolaborasi yang dapat dilakukan dengan lingkungan masyarakat tentu tergantung pada situasi dan kondisi sekolah tersebut. Sekolah dapat melakukan analisa dan pemetaan bentuk kolaborasi apa saja yang dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat.
Berikut ini adalah contoh kolaborasi yang dapat dilakukan berdasarkan nilai-nilai karakter
utama yang dicanangkan pemerintah:

1. Religius
Karakter religius meliputi 3 (tiga) dimensi relasi yaitu manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama dan manusia dengan alam atau lingkungan. Bentuk kegiatan yang dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat antara lain;   (1)  Perayaan hari besar agama.   (2)  Pengajian/kajian agama secara rutin,   (3) Lomba-lomba keagamaan,   (4)  Penyaluran Zakat/Infak pada masyarakat yang membutuhkan,   (5)  Gerakan kebersihan tempat ibadah,   (6)  Bakti sosial, dan sebagainya.

2. Nasionalis
Nilai karakter nasionalis terdiri adalah cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa. Bentuk kegiatan yang dapat antara lain; (1) Upacara bendera, (2) Peringatan hari besar nasional, (3) Kelas inspirasi yaitu mengundang pihak luar

Page: 1 2 3

infogunungkidul

Recent Posts

DPPPAPPKB dan Polres Gunungkidul Bersinergi Kawal Kasus Asusila Anak di Bawah Umur

GUNUNGKIDUL – RABU KLIWON, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…

2 minggu ago

Hendak Beli Tiket Bus, Seorang Pria Meninggal Mendadak di Pinggir Jalan

GUNUNGKIDUL – SELASA PON, Seorang laki-laki berinisial S (64), warga Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, ditemukan…

2 minggu ago

Pengemudi Inova Mengantuk Tabrak 3 Sepeda Motor, 8 Orang Luka – Luka

PALIYAN - MINGGU PAHING, Pengemudi Toyota Inova diduga mengantuk mengakibatkan kecelakaan beruntun di Jalan Paliyan-Saptosari,…

2 minggu ago

Living Law: Ikhtiar USHP FH UJB Menjawab Tantangan Hukum Perdata Kontemporer

YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIT Studi Hukum Perdata (USHP) Fakultas Hukum Universitas Janabadra resmi meluncurkan…

2 minggu ago

Pengamanan Ketat Jelang Libur Paskah, Polres Gunungkidul Pantau Arus Wisata Via Udara

GUNUNGKIDUL – SABTU LEGI, Menyongsong libur nasional dan perayaan Paskah 2026, Kepolisian Resor (Polres) Gunungkidul…

2 minggu ago

Pastikan Keamanan Ibadah Paskah, Tim Jibom Polda DIY Sterilisasi Sejumlah Gereja

GUNUNGKIDUL – RABU PON, Guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani dalam menjalankan…

3 minggu ago