OPINI

Pendidikan Karakter sebagai Solusi Mengurangi Kenakalan Remaja

sekolah untuk memberikan ceramah inspiratif, (4) Pentas seni perjuangan, (5) Kampanye tertib
lalu lintas, (6) Wisata sejarah, dan lain-lain.

3. Mandiri
Pada hakikatnya nilai mandiri merupakan sikap dan perilaku tidak bergantung pada orang lain dan mempergunakan segala tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dan cita-cita. Kegiatan yang melibatkan masyarakat antara lain; (1) Program magang di lembaga/organisasi masyarakat, (2) Kelas inspirasi dengan menghadirkan tokoh masyarakat ke sekolah, (3) Kemah bersama, (4) Homestay di rumah penduduk, (5) Penyelenggaraan kegiatan kampung bersama-sama, dan sebagainya.

4. Gotong-royong
Karekter gotong royong mencerminkan semangat kerja sama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama dan memberi bantuan pada orang-orang yang membutuhkan. Pelaksanaan pendidikan karakter yang melibatkan masyarakat antara lain; (1) Pemeliharan fasilitas umum dengan cara siswa diajak kerjabakti massal, (2) Bakti sosial, (3) Kelas Inspirasi, (4) Simulasi pemilihan kepala desa, (5) Mengikuti musyawarah di masyarakat, dan sebagainya.

5. Integritas
Nilai integritas adalah nilai yang mendasari perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan dan tindakan serta memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan. Bentuk kegiatan yang dapat dilakukan antara lain; (1) Kampanye anti korupsi, (2) Kelas inspirasi, (3) Program magang di lembaga-
lembaga pemerintah/swasta, (4) Bazar/kantin kejujuran, dan sebagainya.

Sebagai penutup, salah satu upaya solutif terhadap kenakalan remaja adalah melalui pendidikan karakter. Program ini telah menjadi program pemerintah sehingga seharusnya dukungan penuh diberikan oleh warga negara. Sekolah memiliki peran strategis dalam melaksanakan program penguatan pendidikan. Pendidikan karakter di lingkungan masyarakat dapat didesain atau dimulai dari sekolah melalui berbagai bentuk kegiatan berkolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat. Meskipun para pelaku kenakalan remaja pada umumnya masih duduk di bangku sekolah, tetapi tanggung jawab untuk mengatasinya tidak hanya ada di pundak sekolah. Seharusnya hal tersebut menjadi tanggung jawab bersama, semua elemen bangsa. Setidak-tidaknya meskipun tidak mampu turun dengan tenaga tetapi bisa ikut memberikan pemikiran mengenai hal itu. Meminjam istilah Bu Tejo; dadi uwong kuwi mbok yo sing solutip, jadi orang itu sebaiknya mampu memberikan solusi.

Page: 1 2 3

infogunungkidul

Recent Posts

Diduga Rem Blong, Sepasang Lansia Terjun ke Selokan Sedalam 3 Meter

GUNUNGKIDUL – SENIN PAHING, Diduga kehilangan kendali, sepasang suami istri lanjut usia alami kecelakaan tunggal…

2 bulan ago

Beat Vs Smash, Dua Pengendara Dilarikan Ke Rumah Sakit

NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

2 bulan ago

Indikasi Praktik Manipulasi TPR Baron, DPRD Minta Audit Menyeluruh

GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…

2 bulan ago

Lupa Matikan Kompor, dua Rumah Ludes Terbakar Berikut Perhiasan dan Uang Tunai

TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…

2 bulan ago

Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…

2 bulan ago

Kronologi Lengkap Penemuan Mayat Kering di Dalam Mobil Terparkir

YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…

2 bulan ago