Penemu dan Pemilik Cagar Budaya Bisa Memperoleh Kompensasi

817

WONOSARI, (Jumat Wage)-Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul melalui Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya, menjalin kerja sama dengan karangtaruna desa, mendata warisan cagar budaya di Gunungkidul. Penemu dan pemilik warisan cagar budaya akan mendapatkan kompensasi dari pemerintah.

Kepala Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya, Chairul Agus Mantara, MM, menjelaskan, untuk memperkuat data base, warisan cagar budaya, baik benda maupun non benda, Disbud bekerjasama dengan karangtaruna Kabupaten Gunungkidul sampai ke karangtaruna desa, melakukan pendataan potensi warisan cagar budaya di 144 desa.

Benda yang bisa dikategorikan masuk cagar budaya harus memenuhi beberapa syarat. Salah satu diantaranya umur benda itu minimal 50 tahun. Asli, tidak diubah menjadi bangunan modern. Ada manfaat untuk masyarakat dan punya nilai sejarah.

Sepanjanh dianggap masuk sebagai cagar budaya, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) akan melakukan sidang dan mengeluarkan rekomendasi ke Bupati Gunungkidul. Berikutnya Bupati akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK), bahwa titik atau kawasan itu menjadi cagar budaya. Sesuai instruksi Gubernur DIY, tempat tersebut diharapkan bisa dibangun kawasan cagar budaya.

Begitupun warisan cagar budaya yang non benda, lanjut Agus, berupa ilmu technologi, permainan tradisional. Ini pemetaan yang memperkuat pariwisata Gunungkidul.

Disinggung masalah penggunaan Danais untuk cagar budaya, Agus menambahkan, jika sudah masuk cagar budaya dan mendapatkan SK Bupati, pemeliharaannya menjadi tanggungjawab pemerintah, secara kepemilikan tetap di tangan masyarakat. (Jk)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.