PLAYEN-SENIN PON | Ki Sutiyono matan Lurah Banyusoca, Kapanewon Playen, Gunungkidul, DIY memberi tahu bahwa di kediamannya Minggu 7-11-2021 digelar terapi oleh sebuah Team mirip relawan.
Mereka datang berlima dipimpin Ki Arifin asal Sumenep, Madura, membawa satu dus ramuan dan perlengkapannya.
Sepertinya rombongan itu mengalir mengikuti irama alam. Air diyakini bisa memulihkan segala sesuatu, termasuk memulihkan kesehatan tubuh.
“itu sebabnya saya yakin Banyu Urip ramuan rempah-rempah ini karena izin Alloh Ta Alla banyak bermanfaat,” ujar Ki Arifin yang pensiunan tentara ini Minggu silam.
Metode terapinya sederhana: minum ramuan dua kali, tetes mata dua kali, keramas ringan sekali. Kalau asam urat, bagian yang sakit cukup dioles dengan ramuan yang sama.
Lima belas orang yang meminum ramuan merasakan efek ringan seperti ada penolakan, perut mual, tetapi kata Team itu tidak masalah. Termasuk Ki Sutiyono yang nampak segar bugar pun merasakan mual.
Banyu Urip ramuan Ki Arifin rasanya seperti adas pulowaras. Usai terapi badan terasa lebih enteng. (Bambang Wahyu)













