Penutupan Usaha Rakyat Tidak Realistik

348

WONOSARI-MINGGU PAHING | Supardjo, SIP, anggota DPRD DIY Partai NasDem menyatakan Upaya 3T untuk mengatasi Covid-19 melemah, sementara penutupan usaha kecil justru menguat. Menurut Supardjo pengencangan perut rakyat sangat tidak manusiawi.

“Dalam menangani pandemi, Pemerintah Daerah lebih fokus mengikuti irama pusat yakni menyelesaikan yang tambahan bukan yang pokok,” ujar politisi NasDem 25-7-2021.

Penanganan Covid-19 telah berjalan 18 bulan tetapi belum menamklpakkan hasil. PSBB serta PPKM menurutnya hanyalah merupakan pengembangan istilah.

Persoalan yang sebenarnya adalah 3T, testing, tracing treatment seperti diutarakan Epidemiolog Griffish University Australia Dicky Budiman, malah tidak dilaksanakan secara sungguh-sungguh.

“Karantina, Lockdown itu pekerjaan yang berat di lakukan di Indonesia. Sayang sekali, keputusan Pemerintah Pusat melenceng dari 3T,” tandasnya.

PSBB, PPKM dan 5M yang diputuskan tidak secara ketat dilaksanakan dan diamankan. Justru masalah kegiatan usaha ekonomi rakyat kecil yang ditutup.

Terhadap langkah ini menurut Supardjo Pemerintah Daerah harus melihat kondisi riill. PPKM perlu segera di longgarkan.

Kalau tidak, kata dia, akan membuat masalah baru yang lebih parah,” pungkasnya. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.