PERADABAN MONYET DAN PERADABAN ANJING APA BEDANYA

138

PERILAKU monyet itu didominasi mulut, tangan dan kaki. Beda tetapi sama, perilaku anjing itu aneh, etika majikan ngelempar barang atau batu, barang itu yang anjing kejar sampai abis.

Fakta menunjukkan, bahwa tidak satupun monyet di dunia ini yang tidak rakus. Tidak satupun anjing di dunia ini yang paham terhadap pesan tersirat yang disampaikan majikan.

Mulut monyet, di pipi kiri dan kanan ada kemilan berupa kantong penyimpan makanan. Ketika mulutnya mengunyah kacang, kedua kemilan pun menggelembung karena terisi makanan yang belum dikunyah.

Tidak hanya itu, kedua tangan dan kaki masih mencengkeram pisang juga ketela, seperti semua mau ditelan sekaligus, sedang teman kera lainnya diabaikan.

Dipikir lebih jauh kera itu seperti manusia, atau manusia memang ada yang seperti kera?

Saat dunia diwarnai oleh sebuah system berupa paham atau isme material, rasanya sebagian manusia menjadi tergiring ke arah gerombolan kera yang berkebudayaan liar.

Teman saya bertanya, apa bedanya kera dengan anjing. Tanpa pikir panjang, saya menjawab sekenanya: tidak ada bedanya, karena keduanya merupakan hewan yang sama-sama buta.

Pada saat makan, si kera buta terhadap teman, sementara pada saat dilempar batu, anjing bukan mengejar dan mendekat si pelempar, tetapi berusaha menemukan batu yang dilemparkan, kalau perlu menghajarnya sampai batu itu mampus.

Teman saya geleng-geleng tanda tak paham, sehingga saya harus menjelaskannya.

Sudahlah lupakan saja perilaku anjing, mari kita cermati perilaku diri kita sehari-hari. Teman saya tambah penasaran, dia beringsut duduk mendekat.

Setahun sudah kita dilempar covid-19. Apa yang kita lakukan? Kita mengejar dan mencaci maki habis-habisan, bahkan kita berlagak sok gagah mau melawan Covid-19. Sedikit di antara kita yang berusaha mendekati Sang Pemilik wabah kemudisn bermunajat.

Teman saya tidak lagi bertanya, saya tidak tahu apakah dia paham, apa malah bingung, saya tidak mengerti. Dan cerita saya pun selesai sampai di sini. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.