Perda RPJMD 2021-2026 Gunungkidul Tidak Fokus Pada Kesejahteraan Petani

1412

WONOSARI-SELASA WAGE | RPJMD 2021-2026 telah disetujui DPRD dengan 4 catatan. Supardjo, SIP, anggota DPRD DIY dari Partai Nasional Demokrat menilai Perda RPJMD masih sangat jauh dari harapan warga Gunungkidul yang rata-rata petani.

“Bahwa empat catatan meliputi: 1. PAD harus di tingkatkan, 2. masalah inovasi gantung diri, 3. menurunkan angka kemiskinan, dan 4. pengetatan penangan bencana di kelurahan kurang selaras dengan RPJMD DIY,” tulis Supardjo, melalui WhatsApp, Minggu pagi 26-7-2021

Walaupun dengan empat catatan, RPJMD Gunungkidul 2021-2026, menurut Suparjo terlalu jauh dari harapan.

Ketua DPD NasDem Gunungkidul ini menambahkan: 1. masalah air bersih, 2. masalah tujuan wisata terkemuka di dunia menyongsong Abad Samudera Hindia untuk kemuliaan warga, 3 indeks pembangunan manusia rendah, 4. kesenjangan infrastruktur dan kesenjangan ekonomi masih tinggi. Hal ini, menurutnya malah tidak menjadi catatan dan penekanan utama.

“Bisa-bisa APBD Gunungkidul tidak fokus mengurusi kepentingan utama dan baku,” tulis Supardjo curiga.

Menurutnya perlu adanya perhatian serius terhadap naiknya PDRB dari sektor pertanian sebagai penopang utama, karena angka PDRB baru sebatas 24,67%.

Secara logika, menurut Supardjo, petani akan sejahtera kalau memiliki 2 Ha lahan. Saat ini, petani Gunungkidul yang punya 2 Ha berapa orang? Artinya untuk mensejahterakan petani Pemerintah harus bisa menggunakan pola inovasi birokrasi.

“Sayangnya RPJMD Gunungkidul 22021-2026 tidak diulas sejauh itu,” pungkas Supardjo. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.