Peringatan Hari Santri, Ribuan Nahdliyin Azan Bareng di Alun-Alun Pemda Gunungkidul

1717

WONOSARI – Minggu Pon | Saban tahun, Hari Santri diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Tahun 2019, Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Gunungkidul menyelenggarakan peringatan secara besar-besaran. Alun-alun Pemda yang berkapasitas 25.000 orang, sesak dipenuhi santri. Sebelum azan kolosal, mereka berdoa untuk Bupati Hj. Badingah, S.Sos. yang kesehatannya belum pulih.

KH. Ahmad Zabidi Marzuki, Lc. mengajak seluruh hadirin berdiri melakukan ijazah kubro wall quthub. Dimulai dari menghadap ke barat, selatan, timur, utara, atas serta bawah, peserta menirukan doa yang diucapkan Kyai.

Video terbaru:

Sebelum prosesi Quthuban selesai, 25.000 santri diajak azan secara kolosal. Langit alun-alum Pemda Gunungkidul, gemerlap menyambut kumandang seruan sholat.

“Malam ini adalah quthuban serta azan terbesar di dunia,” ujar KH. Ahmad Zabidi Marzuki, Sabtu (19/10/19).

Hadir dalam acara itu Kapolres Gunungkidul, AKBP Agus Setiawan, Komandan Kodim dan anggota forkompinda yang lain, Di antara tamu undangan, di panggung utama tampak pula Mayor Sunaryanto, yang sebelum acara dimulai, sempat singgah di rumah dinas Bupati Gunungkidul.

Dalam sambutan singkat, Bupati Badingah menyatakan, Hari Santri 22 Oktober merupakan pengakuan pemerintah atas peran ulama dan santri dalam perang mempertahankan kemerdekaan,

“Jendral yang memimpin tentara sekutu dan pengawalnya terbumuh oleh lemparan granat seorang santri bernama Harun, pada peristiwa besar 10 November 1945,” timpal Dr. KH Muhammad Musthofa Aqil Siroj, Lc.MA mempertegas pernyataan Badingah.

Ketua PC NU Gunungkidul, Arif Gunadi menutup peringatan Hari Santri pukul 00.30 WIB dinihari. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.