Persoalan Klasik Akses Vital Menuju Lokasi Objek Wisata Belum Terselesaikan

178

TANJUNGSARI-SELASA PON | Ruas jalan propinsi Mulo-Tepus maupun Mulo-Tanjungsari merupakan akses vital menuju lokasi obyek wisata Pantai Selatan di Kabupaten Gunungkidul. Meski demikian, beberapa persoalan klasik belum terselesaikan hingga saat ini di antaranya, belum terpasangnya Penerangan Jalan Umum (PJU), selokan dan talud jalan terutama di sekitar wilayah Mojojerit.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu, hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Gunungkidul dan sekitarnya mengakibatkan jalan Mulo menuju Hargosari, Kapanewon Tepus tepatnya di Mojojerit tertutup longsoran tanah.

Buruknya kondisi selokan air serta talud jalan yang kurang memadahi, menyebabkan jalan menjadi licin serta membahayakan pengguna jalan.

Panewu Tanjungsari Rakhmadian Wijayanto merasa prihatin sehingga pihaknya segera bertindak dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan pembersihan lumpur tanah di sepanjang Jalan Mojojerit.

Meskipun secara geografis Mojojerit masuk wilayah Kapanewon Wonosari dan perbatasan dengan Kapanewon Samanu, namun mayoritas warga Tanjungsari sering menggunakan jalur tersebut, sehingga masyarakat banyak yang mengadu kepada Rakhmadian selaku Penewu.

Untuk merespon keluhan warga serta meminimalisir jatuhnya korban akibat kondisi tersebut, Panewu Tanjungsari bersama BPBD Kabupaten Gunungkidul, Tagana, dan relawan melakukan pembersihan lumpur tanah dengan cara penyemprotan air dengan menggunakan dua armada tangki.

“Peristiwa seperti ini sudah sering terjadi dan hampir setiap hujan deras maka tanah perhutani di kanan kiri badan jalan meluncur ke bawah memenuhi selokan hingga akhirnya meluap ke jalan raya,” terang Rakhmadian, Minggu, (21/11/2021) lalu.

Lebih lanjut Panewu Tanjungsari menjelaskan, selain selokan dan talud jalan yang kurang memadahi, pada posisi malam hari sepanjang jalan tersebut gelap gulita karena belum adanya PJU. Hal tersebut tentunya membuat khawatir warga, sebab rawan tindak kriminal.

“Hal ini perlu menjadi perhatian bersama, maka dalam Musrenbang sudah kita usulkan ke propinsi, karena secara kewenangan jalan tersebut jalan propinsi. Harapan kami semoga nanti segara ada tanggapan dan dibenahi selokan diperdalam berikut juga pembangunan talud serta pemasangan JPU,” pungkas Rakhmadian. (Agus SW)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.