Pertamax Kalah Laris dengan Pertalit, Jerigen Jadi Kambing Hitam

3102

WONOSARI – Jumat Kliwon | Pengamat sosial politik juga mantan anggota DPRD DIY, Bambang Krisnadi mencatat, tahun 1970  Gunungkidul  hanya ada 1 (satu) SPBU di Kranon, Kepek, Wonosari.

“Ini pompa bensin tertua di Gunungkidul. Kala itu tidak pernah ribet, apalagi ribut-ribut,” ujar dia merespon trik dagang pertamax yang diduga kalah laris dengan pertalite (14/02/20).

 

 

Dalam perkembangannya, tahun 2020  Bambang Krisnadi mendata, di Gunungkidul berdiri belasan pom bensin.

Patuk – Wonosari, tercatat 4 unit. Wonosari – Semanu 2 unit.  Jalan Baron 2 unit. Semin 1 unit. Wonosari – Karangmojo 2 unit.

“Total SPBU tidak kurang dari 11 unit,” ujar Bambang Krisnadi, (14/02/20).

Untuk membangun 1  pompa bensin butuh modal cukup besar. Oleh karena itu, kata dia,  pertamina / swasta masih perlu tambah 1 sampai – 2 SPBU di JJLS.

Di samping itu, pemilik kendaraan perlu mendidik, mendisiplinkan, membiasakan diri  menjaga agar tangki kendaraan minimal selalu terisi setengah agar tidak ribet kehabisan bahan bakar dan juga menjaga bahan bakar bersih dan carburator bersih.

“Penjual BBM eceran perlu kesepakatan (win win solution) dengan Pertamina, berpegang pada prinsip tidak ada pemenang dan tidak ada pecundang,” tegasnya. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.