Petani Gunungkunir Sukses Mengembangkan Kelengkeng Kristal

1780

SEMANU-RABU KLIWON | Kabupaten Gunungkidul merupakan daerah tujuan wisata. Setiap hari libur banyak wisatawan berkunjung, utamanya menuju wisata pantai. Tidak semua wilayah di Gunungkidul bisa menikmati dampak banyaknya wisatawan. Yang bukan pantai tentu hanya bisa melihat lalu lalang wisatawan tanpa bisa memetik manfaat. Hal tersebut tidak berlaku bagi Sumanto (50) petani asal Gunungkunir, Candirejo, Semanu.

“Saya tidak ingin hanya melihat mobil motor para wisatawan lewat ke pantai Wediombo di depan rumah. saya kepingin juga menikmati keuntungan dari para wisatawan, agar mau mampir. Saya kepikiran untuk menanam pohon kelengkeng sebagai ampiran para wisatawan” kata Sumanto kepada rombongan Dinas Pertanian dan Pangan yang dipimpin Ir.Luh Gde Suastini Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan 18-1-22.

Rombongan berkunjung ke kebun kelengkeng Sumanto sekaligus melaksanakan monitoring pengembangan kelengkeng di Semanu.

Awal Sumanto menanam kelengkeng pada tahun 2017 sehingga saat ini rata rata sudah umur 4 tahun. Jumlah tanaman 138 pohon pada lahan seluas 2000 m2.

Tahun 2021 Sumanto tambah 35 kelengkeng baru, varietas New Chrystal atau Kelengkeng Kristal. Selama empat tahun ini sudah panen 3 kali.

Pada tahun ke 2 panen 350 kg dengan harga Rp 30.000,00 per kilogram petik di lahan. Pada tahun ketiga rata rata setiap batang mampu berproduksi 15 kilo sampai 20 kilogram, bahkan pada panen tahun keempat di 2021 ada beberapa pohon bisa berbuah mencapai 33 kilogram per batang.

Sampai saat ini dari 138 batang pohon kelengkeng masih 27 batang yang belum berbuah. Yang lain sudah dinikmati hasilnya setiap tahun.

Sumanto menjelaskan bahwa pertama kali dia berkenalan dengan pekebun Ir. Iriawan Jatiasmoro.

Dia menyarankan untuk menanam kelengkeng dalam bis beton sehingga kebutuhan air dan pupuk bisa terkontrol, kenyataannya tanaman bisa tumbuh bagus dan berbuah.

Pemupukan dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan dosis 200 gram per pohon dengan pupuk NPK. Selanjutnya masalah pemasaran tidak menjadi masalah sesuai impiannya para wisatawan pantai Wediombo banyak yang mampir ke kebun kelengkeng dan belanja.

Sumanto berkerja sama dengan Penggiat Subur Bumi komunitas yang ikut memasarkan kebun kelengkeng sehingga banyak tamu ke kebunnya. Setiap hari selalu tersedia kelengekeng siap petik di kebun.

Pada kesempatan berkunjung, Ir. Luh Gde Suastini menjelaskan, Dinas Pertanian dan Pangan juga mengembangkan kelengkeng di Gunungkidul.

Tahun 2021 seluas 70 hektar dengan rincian 40 hektar di Semin, 20 hektar di Patuk dan 10 hektar di semanu termasuk di poktan Sumanto.

Harapannya semua petani kelengkeng bisa mencontoh pola pengelolaan kebun Sumanto sehingga sukses berbuah.

“Gunungkidul ada berpotensi untuk pengembangan buah Kelengkeng, Alpukat, dan lain, ujar Luh Gede Suastini.

Dalam kunjungan tersebut ombongan DPP membeli kelengkeng sebagai oleh oleh 10 kilogram.

Kelengkeng Gunungkunir segar dan manis, daging buahnya tebal. Semoga, kata Luh Gede banyak petani yang ikut berinovasi untuk kemajuan pertanian Gunungkidul. (Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.