Pikiran Sentral Bupati Sunaryanta Digeser Bappeda

1429

WONOSARI-RABU WAGE | Pada masa kampanye, Mayor Sunaryanta memilih tema besar Gongso Agung Mataram yang secara teknis filosofis dirumuskan menjadi Gunungkidul Membangun.

“Itu artinya, yang membangun Gunungkidul bukan Bupati dan Wakil Bupati, tetapi seluruh elemen masyarakat,” ujar Sunaryanta saat kampanye tempo hari.

Fakta yang ada pada dokumen Ranwal RPJMD 2021-2026 tidak memuat pikiran Sunaryanta – Heri Susanto yang keren dengan sebutan Gunungkidul Membangun itu.

Jajaran eksekutif, terutama Bappeda patut diduga menggeser secara sengaja, bahkan membuang semangat Gunungkidul Membangun kemudian menggantinya dengan slogan Dhaksinarga Bhumikarta.

Sementara itu publik tahu, bahwa ketika kampanye Sunaryanta – Heri Susanta tidak pernah menyebut ideomatika Dhaksinarga Bhumikarta.

Dalam hal Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2010-2030, Pemda Gunungkidul memang menegaskan bahwa penataan ruang mengacu kepada Dhaksinarga Bhumikarta.

Konsep Dhaksinarga Bhumikarta digambarkan sebagai sebagai Kabupaten yang subur, makmur, damai berdaya saing, maju mandiri dan sejahtera.

“Meski bagus, tetapi itu bukan gagasan Sunaryanta – Heri Susanta. Saya gak paham apa motif penggantian tersebut,” ulas MH Mudilestarai, pendukung loyal Sunaryanta.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho mengaku, bahwa RPJMD 2021-2026 belum dilakukan pembahasan bersama. Saat ini, 2-6-2021 masih berupa Ranwal yang berada di tangan Gubernur.

“Kami masih menunggu hasil evaluasi” ujar Heri Nugroho, di Gedung Dewan, 2-6-2021. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.