PLAYEN-MINGGU PON | Disinformasi terjadi salah paham antara Pemda Gunungkidul dengan sebagian warga terkait dana 9,4 Miliar rupiah yang digelontorkan untuk memoles penggal jalan Segmen 1 Siyono-Kranon.
Mantan anggota DPRD Gunungkidul Dodi Wijaya menyatakan hal itu kepada media di rumahnya Siyono, (17-4-2022).
Menurutnya proyek pembangunan mirip Malioboro meski tidak mungkin berpotensi menjadi Malioboronya GunungkIdul perlu dihargai dengan catatan khusus.
“Itu guna menambah cantik wajah Gunungkidul trotoar di jalan itu perlu dibangun,” ucap Dodi menirukan Bupati Gunungkidul Sunaryanto.
Sepuluh Program Prioritas yang dirancang di dalam RPJMD 2021-2026 nampaknya mulai direalisasikan.
Patut diketahui publik bahwa secara global tahun 2022 disediakan dana lebih kurang 82,7 miliar rupiah bersumber dari D A K serta D A U.
Pembangunan infrastruktur yang menyasar di sektor timur Gunungkidul itu tidak mengusik pikiran para pengamat pembangunan.
Berbeda dengan yang di jantung kota Wonosari. Sektor tengah karena angka yang dimunculkan 9,4 miliar rupiah maka pemahaman warga hanya untuk membangun patung tobong gamping.
Irawan Jatmiko selaku Kadinas PUPR tidak merinci berapa rupiah untuk lingkungan yang akan menjadi Malioboro Jilid 2 dan berapa rupiah yang khusus untuk rencana Patung Tobong Gamping.
Dodi Wijaya karena menerima desakan berupa foto-foto yang nadanya mengancam Bupati Sunaryanto, dia pun turut mencari tahu detail biaya pembangunan Patung Tobong Gamping tersebut.
Salah satu sumber yang tahu secara teknis adalah Dinas PUPR. Warga di samping tanya kepada Komisi C meski tanya kepala Dinas PUPR.
“Ancaman warga cukup serius, akan mengganjal Sunaryanto dalam Pilkada 2024 karena mereka menerima info yang tidak lengkap,” tutur Dodi. (Bambang Wahyu)













