PLANJAN-KALIGESING PERNAH MENJADI PUSAT PENGENDALI PEMERINTAHAN GUNUNGKIDUL

375

PATUK-SENIN PAHING | Purnawan Tjondronegoro, wartawan yang menulis novel Merdeka Tanahku Merdeka Negeriku menerima penghargaan pada masa kekuasaan Presiden Soeharto. Dia menulis bahwa Planjan Kapanewon Paliyan dan Kaligesing, Kapanewon Patuk merupakan dua titik strategis dalam mengendalikan jalannya Pemerintahan Kabupaten Gunungkidul pada masa Clas Kedua Desember 1948 – Maret 1949.

Kala itu (1947-1949) menurut Purnawan Tjondronegoro Gunungkidul di bawah kepemimpinan Bupati Ke-14 Kanjeng Raden Tumenggung Suryaningrat.

“Tanggal 10 Maret 1949 sekitar pukul 06.00 Belanda menyerang Wonosari Wonosari,” tulis Purnawan Tjondronegoro di halaman 416 alinea kedua.

Akibat serbuan Belanda Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kocar-kacir, tetapi berhasil disusun kembali. Pemerintahan berkedudukan di Kaligesing, Kapanewon Patuk, sementara pengendaliannya berpusat di Kalurahan Plajon (sekarang Planjan?). Dokumenn dikutip dari buku yang sama halaman 417 alinea ke-3.

Dari tulisan Purnawan Tjondronegoro diketahui ada dua titik bersejarah yakni Kaligesing serta Planjan.

Terkait hal itu Gunungkidul di bawah Bupati Sunaryanta ada organisasi perangkat daerah yang lebih moderen bernama Kundha Kabudayan atau Dinas Kebudayaan.

Sementara itu publik menilai bahwa Kundha Kabudayan tidak pro aktif dalam melacak kebenaran tulisan Purnawan Tjondronegoro, termasuk 45 anggota legeslatif tidak dan kurang mencermati peran warga Gunungkidul dalam mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.