Polda DIY Tindak Tegas Usaha Tambang Tak Berizin

238

WONOSARI – Jumat Pon | Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY kembali melakukan penegakan hukum kasus penambangan ilegal oleh PT. X di Desa Bedoyo Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, pada Jum’at (31/01/2020).

Kasubdit IV Pidter, Ditreskrimsus Polda DIY, AKBP M. Qori Okto Handoko, S.H., S.I.K. mengatakan, bahwa berdasarkan informasi PT. X telah berizin, namun demikian, setelah dilakukan pendalaman dan penyidikan, izin yang ada sudah lama tidak diperpanjang.

 

 

“Kami melakukan penindakan penegakan hukum kepada PT. X, sementara ditanya tentang izin penambangan, mereka tidak bisa menunjukan izin usaha pertambangan itu,” kata M. Qori Okto Handoko pada Jum’at (07/02/2020) siang.

Dalam kasus ini pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap 2 pelaku antara lain SS (63) warga Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong selaku pengelola dan PPT (57) warga Ancol, Jakarta Utara, sebagai pemilik.

Berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan pihak polisi, demikian Qori menjelaskan, aktivitas penambangan PT. X mampu menghasilkan 15 sampai 30 truk perhari.

Batu kapur hasil tambang tersebut kemudian dijual dengan harga rata-rata Rp 300.000,00  hingga Rp 350.000,00/rit.

“Modus pelaku melakukan penambangan batu kapur menggunakan alat berat tanpa dilengkapi izin IUP, IPR, IUPK serta terbukti melakukan operasi produksi penjualan mineral tanpa dilengkapi IUP,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari hasil penangkapan, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 2 unit alat berat (Excavator) dan 2 unit truk dum.

“Pelaku akan dikenakan Pasal 158 Undang Undang No 4 Tahun 2009 Jo 55 KUHP , tentang Penambangan (minerba) dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara maksimal, atau denda 10 Miliar,” pungkasnya. (Her)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.